Selasa, 19 Januari 2021

Istri-istri Rasulullah

 erikut nama-nama istri Rasulullah ﷺ‎, usia mereka dinikahi, usia Rasul menikahi, statusnya, kondisinya, serta alasan mengapa Rasul menikahinya.

1. Nama : Khadijah
Status : 2 kali Janda.
Usia dinikahi : 40 tahun.
Usia Rasul : 25 tahun.
Kondisinya : Pengusaha, keturunan bangsawan, memiliki 4 anak dari pernikahan sebelumnya, memiliki 6 anak dari Rasulullah.
Alasan dinikahi : Petunjuk Allah, karena dia adalah wanita tulus mendukung dakwah Nabi.
2. Nama : Aisyah رضي الله عنه.
Status : Gadis.
Usia dinikahi : 11 tahun (tetapi tinggal serumah dengan Nabi setelah usia 19 tahun).
Usia Rasul : 52 tahun
Kondisinya : Cantik, cerdas, putri Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Alasannya : Petunjuk Allah (lewat mimpinya 3 malam berturut-turut).
Hikmahnya : Rasulullah ﷺ‎ mengajarkan tentang kewanita'an kepada Aisyah agar disampaikan kepada para umatnya kelak. Aisyah banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah ﷺ‎ yang disampaikan pada umat.
3. Nama : Saudah binti Zum'ah.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 70 tahun.
Usia Rasul : 52 tahun.
Kondisi : Wanita kulit hitam, janda dari sahabat Nabi yang menjadi perisai Nabi sa'at perang. Memilih 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama.
Alasannya : Menjaga keimanan Saudah dari gangguan kaum musyrikin.
4. Nama : Zainab binti Jahsy.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 45 tahun.
Usia Rasul : 56 tahun.
Kondisi : Mantan zaid bin Haritsah.
Alasan : Perintah Allah bahwa pernikahan harus sekufu, Zainab adalah mantan istri anak angkatnya Rasulullah ﷺ‎. Sekaligus menginformasikan bahwa anak angkat tidak bisa dijadikan anak kandung secara nasab. Maka istrinya tetap bukan mahrom untuk ayah angkatnya. Jadi boleh dinikahi.
5. Nama : Ummu Salamah.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 62 tahun.
Usia Rasul : 56 tahun.
Kondisi : Putri bibi Nabi, seorang janda yang pandai berpidato dan mengajar.
Alasan : Perintah Allah untuk membantu dakwah Nabi.
6. Nama : Ummu Habibah.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 47 tahun.
Usia Nabi : 57 tahun.
Kondisi : Mantan istri Ubaidillah bin Jahsy, cerai karena suaminya pindah agama menjadi nashrani.
Alasan : Untuk Menjaga keimanan Ummu Habibah agar tidak murtad.
7. Nama : Juwairiyyah bin Al-harits.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 65 tahun.
Usia Nabi : 57 tahun.
Kondisi : Tawanan perang yang dinikahi oleh Rasulullah ﷺ‎, tidak memiliki sanak saudara, dan memiliki 17 anak dari pernikahan yang pertama.
Alasan : Petunjuk Allah, memerdekakan perbudakan dan pembebasan dari tawanan perang dan menjaga ketauhidan.
8. Nama : Shafiyah binti hayyi.
Status : 2 kali janda.
Usia dinikahi : 53 tahun.
Usia Nabi : 58 tahun.
Kondisi : Wanita muslimah dari kalangan yahudi bani nadhir, memiliki 10 anak dari pernikahan sebelumnya.
Alasan : Rasulullah ﷺ‎ menjaga keimanan shafiyyah dari boikot orang yahudi.
9. Nama : Maimunah binti al-harits.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 63 tahun.
Usia Nabi : 58 tahun.
Kondisi : Mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza
Alasan : Istri Rasulullah dari kalangan yahudi bani kinanah. Menikah dengan Rasulullah adalah untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan bani nadhir.
10. Nama : Zainab binti Khuzaimah.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 50 tahun.
Usia Nabi : 58 tahun.
Kondisi : Seorang janda yang banyak memelihara anak yatim dan orang yang lemah di rumahnya. Mendapat gelar ibu para masakin.
Alasan : Petunjuk Allah untuk bersama-sama menyantuni anak yatim dan orang lemah.
11. Nama : Mariyah Al-Qibtiyah.
Status : Gadis.
Usia dinikahi : 25 tahun.
Usia Nabi : 59 tahun.
Kondisi : Seorang budak yang dihadiahkan oleh raja muqauqis dari Mesir.
Alasan : Menikahi untuk memerdekakan dari kebudakan dan menjaga keimanan Mariyah.
12. Nama : Hafsah binti umar.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 35 tahun.
Usia Nabi :61 tahun.
Kondisi : Putri sabahat Umar bin Khattab. Janda dari Khunais bin Huzafah yang meninggal karena perang uhud.
Alasan : Petunjuk Allah.
Hikmah : Hafsah adalah wanita pertama yang hafal Al-Qura'an. Dinikahi oleh Rasulullah agar bisa menjaga keotentikan Al-Qur'an.
Semoga hal ini menambah kecinta'an kita kepada keluarga Nab.
وَاللّٰهُ أعْلَم

TENTANG PI NETWORK


Pahami tentang PI NETWORK


1. Misi Pi adalah untuk melayani orang-orang biasa di 200+ negara di seluruh dunia. Dalam dua tahun terakhir, Pi telah berkembang pesat. Saat ini, ada 33juta+ pengguna aktif, dan sekitar 95.000+ pengguna baru bergabung setiap hari. Ini adalah proyek blockchain yang paling cepat berkembang dan terbesar di dunia, tiada duanya.


2. Popularitas Pi di google melebihi 1 miliar, sementara jumlah Bitcoin 770 juta, dan Ethereum hanya 226 juta; Pi di facebook, popularitas mencapai 208K melampaui Ethereum 162K.


3. Empat media sosial terbesar Facebook! Instagram, Twitter dan Youtube! Popularitas Pi Network semua menempati urutan teratas, dan akan terus berlanjut! Pi juga masuk daftar pencarian terpanas di WeChat (media sosial terbesar di China, biarpun pemerintahan china tidak mendukung cryptocurrency).  Bisa dikatakan Pi adalah proyek blockchain yang paling menarik perhatian dari segala kalangan di dunia saat ini, dan meningkat terus dari hari ke hari.


4. Kecepatan transaksi Pi jauh lebih cepat daripada Bitcoin dan Ethereum.  Hasil dari jaringan testnet, transaksi dapat diselesaikan dalam 3-5 detik. Setelah Mainnet Terbuka, kecepatan transaksi akan lebih cepat lagi, dan Bitcoin membutuhkan waktu sekitar 3-60 menit; Kecepatan transaksi Bitcoin & Ethereum lambat, macet, dan biaya transaksinya mahal, sedangkan biaya transaksi pi akan sangat rendah.


5. Saat ini, jumlah node Pi telah mencapai 400.000+, dan jumlah node aktif adalah 15.000+. Semua node ini adalah hasil partisipasi suka-rela dari 

Para pioneer diseluruh dunia, dan kesemua komputer ini dinyalakan non-stop 24/7 telah menelan bi


Bg yg belum Paham 


1. Cara mendaftar Pi network mining :

https://youtu.be/m1AP-hisrl0


2..cara mengaktifkan Security circle/ Lingkaran keamanan :

https://youtu.be/eBg40dx9IiA


3..Cara verifikasi Email pi network :

https://youtu.be/CvBfGa0_ivI


4..Cara verifikasi no hp pi network. :

https://youtu.be/CgKwRWySRXo


5.Cara membuat Wallet pi network :

https://youtu.be/4AC_6qqEOXQ

6..Cara menampilkan menu transfer pi network. :

https://youtu.be/wkWyLJNeIXQ


7. Cara transfer pi k seaama pioner :

https://youtu.be/TPvQTzCEerQ


8. Cara mempercepat menambang pi ;

https://youtu.be/ElEIIuzr8yU


==================================

Tambahan Pengetahuan


Perbedaan Centralized Exchange (CEX) dan Decentralized Exchange (DEX)


Jika kita mendengar kata “cryptocurency exchange”, mungkin yang terlintas di pikiran kita adalah “Indodax”, “Rekeningku”, “Binance” atau mungkin cryptocurrency exchange terkenal lainnya di luar sana. Tahukah anda bahwa tiga exchange yang saya sebutkan sebelumnya adalah exchange yang sifatnya tersentralisasi?


Di Serial Edukasi kali ini kita akan mengetahui lebih dalam mengenai perbedaan centralized exchange dan decentralized exchange.


Hal ini dikarenakan mungkin yang selama ini kita ketahui dan gunakan hanya satu jenis cryptocurrency exchange, padahal ada jenis lain yang mungkin bisa menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan kita.


Mari kita bahas perbedaan dari centralized exchange dan decentralized exchange, sekaligus membahas kelebihan dan kekurangan dari dua jenis cryptocurrency exchange ini.


Centralized Exchange mungkin merupakan jenis cryptocurrency exchange yang paling populer dan paling banyak diketahui oleh hampir semua orang yang sudah terjun lebih dalam ke dunia cryptocurrency. Centralized exchange merupakan platform pertukaran/perdagangan cryptocurrency yang diatur oleh sebuah perusahaan organisasi pusat untuk memberikan sebuah tempat pertemuan orang-orang yang ingin saling menukarkan cryptocurrency-nya.


Biasanya centralized exchange menawarkan pertukaran mata uang kripto dari mata uang fiat-cryptocurrency atau cryptocurrency-cryptocurrency. Sesuai dengan namanya “centralized” yang berarti ada perusahaan organisasi pusat yang bertindak sebagai orang ketiga untuk menyimpan aset pengguna, mengatur aturan pertukaran, dan mengenakan biaya pertukaran.


Kelebihan CEX:


-Volume perdagangan lebih tinggi dibandingkan dengan DEX


-Likuiditas tinggi


-Perdagangan Fiat-cryptocurrency


-Fungsionalitas tinggi


Kekurangan CEX:


-Lebih rentan terhadap peretasan dibandingkan dengan DEX


-Di bawah peraturan pemerintah (dapat ditutup)


-Diatur secara terpusat


-Kemungkinan scam dari pihak ketiga 


Sementara itu decentralized exchange merupakan evolusi dari centralized exchange yang sudah sepenuhnya mengusung konsep dari blockchain, yaitu desentralisasi. Jenis exchange ini tidak bergantung pada perusahaan atau layanan untuk mengontrol aset para pengguna. Sebaliknya, perdagangan atau transaksi dikendalikan oleh proses otomatis yang dijalankan dengan kontrak pintar (smart contract). Perdagangan ini dikatakan sebagai peer-to-peer atau pengguna-pengguna.


Menggunakan teknologi blockchain, pertukaran desentralisasi dibangun untuk memastikan ada cara aman untuk melakukan pertukaran cryptocurrency tanpa diperlukannya bantuan pihak ketiga. Pada dasarnya platform bertindak sebagai layanan yang menghubungkan pesanan perdagangan satu sama lain untuk melayani pelanggan yang ingin bertukar cryptocurrency (koin maupun token).


Kelebihan DEX:


-Keamanan tinggi dari peretasan (node terdistribusi)


-Tidak dapat ditutup oleh pemerintah (sifat desentralisasi)


-Tidak ada perusahaan organisasi pusat


-Tidak ada penipuan dari pihak ketiga mana pun


Kekurangan DEX :


-Volume perdagangan lebih rendah dibandingkan dengan CEX


-Tidak memiliki likuiditas tinggi


-Saat ini hanya menawarkan perdagangan crypto-crypto


-Fungsionalitas terbatas


Jadi kesimpulannya adalah walaupun memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk pertukaran cryptocurrency, kedua jenis cryptocurrency exchange ini memiki perbedaan yang sangat signifikan. Setelah melihat perbedaan centralized exchange dan decentralized exchange, serta kelebihan dan kekurangan dari keduanya, maka kita bisa mengetahui exchange mana yang ingin kita gunakan.

====================================

KODE UNDANGAN : budiutomolpkp

MENGAPA LAHIR ISLAMPHOBIA DAN TUDUHAN INTOLERANSI DI INDONESIA

MENGAPA LAHIR ISLAMPHOBIA DAN TUDUHAN INTOLERANSI DI INDONESIA
Bagaimana kita menjelaskan lahirnya Islam Phobia di Indonesia? Dan bagaimana tuduhan intoleransi dituduhkan pada kalangan Islam oleh kelompok sekuler? Jawabannya terdapat perbedaan cara berpikir dalam memahami demokrasi dan kehidupan bernegara.
Demokrasi lahir dari gagasan dasar Hak Asasi Manusia yang menempatkan kedaulatan tertinggi ditangan rakyat dan pengagungan pada kebebasan individual. Gagasan demokrasi yg lahir di Eropa telah berhasil memisahkan kehidupan privat dengan kehidupan publik dan antara agama dan negara. Berbeda dengan Politik Islam yg menempatkan Tauhid sebagai asas tertinggi dan menempatkan kedaulatan mutlak ditangan Alloh SWT. Dalam Islam tidak memisahkan ranah privat dan ranah publik dan Islam mengatur semua aspek kehidupan dari mulai tatacara beribadah, bermuamalah termasuk bernegara. Kebenaran dalam Islam tidak ditentukan zaman atau suara mayoritas, namun kebenaran syariat yang berlaku sepanjang waktu.
Titik perbedaan inilah yg memicu perbedaan pandangan dan bahkan benturan antara kalangan Islam dengan kalangan sekuler (yg sebenarnya mayoritas beragama Islam juga) terjadi. Gagasan penerapan syariat dan hukum Islam yang menurut politik Islam adalah kewajiban, dipandang sebagai tindakan pemaksaan dan bahkan dianggap merasa paling benar sendiri dan dianggap tidak menghargai kemajemukan dan kebhinekaan. Padahal dalam konsep keimanan Islam kebenaran memang tunggal dan tidak bisa dibagi bagi berdasarkan jumlah ragam pikiran manusia. Islam juga mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak termasuk dalam masalah kepemimpinan. Menolak pemimpin non-Islam adalah kewajiban, namun sikap ini justru dianggap merusak demokrasi dan dituduh menggunakan isu agama untuk kepentingan politik atau bahkan dianggap menjual agama untuk jabatan.
Ketika umat Islam berpegang teguh pada agamanya, maka saat itulah ummat Islam dianggap tidak toleran dan tidak menghargai perbedaan dan fluralisme. Sikap ini dianggap membahayakan demokrasi dan dengan meminjam cara berpikir barat, sikap ini dianggap berbahaya dan dituduh menjadi bibit lahirnya radikalisme. Karena itu, maka framingnya akan selalu sama, ketika umat Islam berpegang teguh pada agamanya maka tuduhan intoleran dan bahkan radikalisme akan diarahkan pada umat Islam.
Tanpa sadar sebenarnya benturan peradaban Islam dan barat tengah terjadi kini, sadar atau tidak, mengakui atau tidak, perdebatan ini sebenarnya mewakili dua peradaban utama dunia saat ini yang sedang terjadi, barat vs Islam. Namun wakil dari kaum yang membela demokrasi yang merupakan ayah kandung dari kapitalisme dan liberalisme justru adalah kaum yang KTPnya Islam dan kulitnya sawo matang seperti kita. Kita dituduh Islam Arab, kampungan, sektarian bahkan radikal karena kita masih berpegang teguh dengan agama kita. Tanpa sadar mereka tengah mewakili pemikiran suatu kaum yang bermodalkan kemajuan ekonomi dan teknologi menganggap diri mereka paling benar. Semua standar keberhasilan adalah standar yg mereka tetapkan. Demikian juga standar kebenaran juga mereka yang menentukan. Kita lupa bahwa pemilik demokrasi adalah bangsa bangsa penjajah yang mendapatkan kemajuan dengan tangan berlumur darah. Kemajuan mereka adalah hasil jarahan negara jajahan dalam periode ratusan tahun lamanya, termasuk bangsa kita mengalami kelamnya derita menjadi negara terjajah yang ironisnya gagasannya banyak didukung anak bangsa saat ini.

Arab Islam Sebagai Tertuduh dalam Masalah Teroris. Mengapa?

Arab Islam Sebagai Tertuduh dalam Masalah Teroris. Mengapa?

Pokoknya yang kiblatnya kebendaan itu ya kaum materialis, coro jowone seng do wedi ra mangan malthus, smith, mark, lenin stalin yo kuwi yang mopulerkan. Dan diatasnya ya guru-gurunya wong-wong yahud,  jadi mereka itu satu hanya beda caa berjuang aja. Terus lahirlah kapitalisme, komunisme yo kuwi do rebutan madang otok padahal satu suhu. Lalu muncul lagi liberalis sebagai cucu-cucu barunya yang muda-muda. Maka mereka bersatu ketika menghadapi musuh bebuyutannya yaitu Islam sebagai penantang utama menegakkan kebenaran. Segala daya dan upaya, sarana prasarana dikerahkan untuk membungkam siapa pun yang menentang paham-paham moto duiten. Dan tentu wajah-wajah, sikap dan perilaku mereka tidak akan tampil bengis dan kejam, mereka harus membumi, bahasa gampangnya do nyamar lhur.

Walau pun mereka kaum materialis pernah menjadi pemeran utama pada era penjajahan sebagai kolonialis dan imperialis,  dengan sekejap bisa diubah menjadi negara-negara penyelamat dunia. Maka sebagai luka atas umat manusia dalam peran kekejaman penjajahan, agar tidak berlama-lama terngiang dalam benak korban, harus dicari solusi ada kambing hitam. Rodi,romusha, tanam paksa, westerling,  harus dihapus dari memori sejarah,harus segera dilupakan. Lalu dicetuskanlah ide bahwa Arab sebagai tempat kebangkitan Islam disimbolkan sebagai kaum teroris, wahabis, kejam dan tak bermoral. Skenario-skenario baru akan selalu muncul, dan sampailah kini sebuah kewaspadaan, kecurigaan akan dilawan dengan kekuasaan. Sampai dunia belum kiamat peperangan haq dan batil tidak akan pernah layu.


Rabu, 31 Januari 2018

Walisongo adalah utusan Khalifah

MENOLAK KHILAFAH = MENOLAK WALISONGO. ⬇⬇⬇
Ternyata! WaliSongo Dakwah Atas Perintah Khalifah
Bisa dikatakan tak akan ada Islam di Indonesia tanpa peran khilafah. Orang sering mengatakan bahwa Islam di Indonesia, khususnya di tanah Jawa disebarkan oleh Walisongo. Tapi tak banyak orang tahu, siapa sebenarnya Walisongo itu? Dari mana mereka berasal? Tidak mungkin mereka tiba-tiba ada, seolah turun dari langit?
Dalam kitab Kanzul ‘Hum yang ditulis oleh Ibn Bathuthah yang kini tersimpan di Museum Istana Turki di Istanbul, disebutkan bahwa Walisongo dikirim oleh Sultan Muhammad I. Awalnya, ia pada tahun 1404 M (808 H) mengirim surat kepada pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah yang isinya meminta dikirim sejumlah ulama yang memiliki kemampuan di berbagai bidang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa.
Jadi, Walisongo sesungguhnya adalah para dai atau ulama yang diutus khalifah di masa Kekhilafahan Utsmani untuk menyebarkan Islam di Nusantara. Dan jumlahnya ternyata tidak hanya sembilan (Songo). Ada 6 angkatan yang masing-masing jumlahnya sekitar sembilan orang. Memang awalnya dimulai oleh angkatan I yang dipimpin oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim, asal Turki, pada tahun 1400 an. Ia yang ahli politik dan irigasi itu menjadi peletak dasar pendirian kesultanan di Jawa sekaligus mengembangkan pertanian di Nusantara. Seangkatan dengannya, ada dua wali dari Palestina yang berdakwah di Banten. Yaitu Maulana Hasanudin, kakek Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Aliudin. Jadi, masyarakat Banten sesungguhnya punya hubungan biologis dan ideologis dengan Palestina.
Lalu ada Syekh Ja’far Shadiq dan Syarif Hidayatullah yang di sini lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati. Keduanya juga berasal dari Palestina. Sunan Kudus mendirikan sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang kemudian disebut Kudus – berasal dari kata al Quds (Jerusalem).
Dari para wali itulah kemudian Islam menyebar ke mana-mana hingga seperti yang kita lihat sekarang. Oleh karena itu, sungguh aneh kalau ada dari umat Islam sekarang yang menolak khilafah. Itu sama artinya ia menolak sejarahnya sendiri, padahal nenek moyangnya mengenal Islam tak lain dari para ulama yang diutus oleh para khalifah.
Islam masuk ke Indonesia pada abad 7M (abad 1H), jauh sebelum penjajah datang. Islam terus berkembang dan mempengaruhi situasi politik ketika itu. Berdirilah kesultanan-kesultanan Islam seperti di Sumatera setidaknya diwakili oleh institusi kesultanan Peureulak (didirikan pada 1 Muharram 225H atau 12 November tahun 839M), Samudera Pasai, Aceh Darussalam, Palembang; Ternate, Tidore dan Bacan di Maluku (Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440); Kesultanan Sambas, Pontianak, Banjar, Pasir, Bulungan, Tanjungpura, Mempawah, Sintang dan Kutai di Kalimantan.
Adapun kesultanan di Jawa antara lain: kesultanan Demak, Pajang, Cirebon dan Banten. Di Sulawesi, Islam diterapkan dalam institusi kerajaan Gowa dan Tallo, Bone, Wajo, Soppeng dan Luwu.
Sementara di Nusa Tenggara penerapan Islam di sana dilaksanakan dalam institusi kesultanan Bima. Setelah Islam berkembang dan menjelma menjadi sebuah institusi maka hukum-hukum Islam diterapkan secara menyeluruh dan sistemik dalam kesultanan-kesultanan tersebut.
PERIODE DAKWAH WALI SONGO
Kita sudah mengetahui bahwa mereka adalah Maulana Malik Ibrahim ahli tata pemerintahan negara dari Turki, Maulana Ishaq dari Samarqand yang dikenal dengan nama Syekh Awwalul Islam, Maulana Ahmad Jumadil Kubra dari Mesir, Maulana Muhammad al-Maghrabi dari Maroko, Maulana Malik Israil dari Turki, Maulana Hasanuddin dari Palestina, Maulana Aliyuddin dari Palestina, dan Syekh Subakir dari Persia. Sebelum ke tanah Jawa, umumnya mereka singgah dulu di Pasai. Adalah Sultan Zainal Abidin Bahiyan Syah penguasa Samudra Pasai antara tahun 1349-1406 M yang mengantar Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishaq ke Tanah Jawa.
Pada periode berikutnya, antara tahun 1421-1436 M datang tiga da’i ulama ke Jawa menggantikan da’i yang wafat. Mereka adalah Sayyid Ali Rahmatullah putra Syaikh Ibrahim dari Samarkand (yang dikenal dengan Ibrahim Asmarakandi) dari ibu Putri Raja Campa-Kamboja (Sunan Ampel), Sayyid Ja’far Shadiq dari Palestina (Sunan Kudus), dan Syarif Hidayatullah dari Palestina cucu Raja Siliwangi Pajajaran (Sunan Gunung Jati).
Mulai tahun 1463M makin banyak da’i ulama keturunan Jawa yang menggantikan da’i yang wafat atau pindah tugas. Mereka adalah Raden Paku (Sunan Giri) putra Maulana Ishaq dengan Dewi Sekardadu, putri Prabu Menak Sembuyu, Raja Blambangan; Raden Said (Sunan Kalijaga) putra Adipati Wilatikta Bupati Tuban; Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang); dan Raden Qasim Dua (Sunan Drajad) putra Sunan Ampel dengan Dewi Condrowati, putri Prabu Kertabumi Raja Majapahit.
Banyaknya gelar Raden yang berasal dari kata Rahadian yang berarti Tuanku di kalangan para wali, menunjukkan bahwa dakwah Islam sudah terbina dengan subur di kalangan elit penguasa Kerajaan Majapahit. Sehingga terbentuknya sebuah kesultanan tinggal tunggu waktu.
Hubungan tersebut juga nampak antara Aceh dengan Khilafah Utsmaniyah. Bernard Lewis menyebutkan bahwa pada tahun 1563M, penguasa Muslim di Aceh mengirim seorang utusan ke Istambul untuk meminta bantuan melawan Portugis sambil meyakinkan bahwa sejumlah raja di kawasan tersebut telah bersedia masuk agama Islam jika kekhalifahan Utsmaniyah mau menolong mereka.
Saat itu kekhalifahan Utsmaniyah sedang disibukkan dengan berbagai masalah yang mendesak, yaitu pengepungan Malta dan Szigetvar di Hungaria, dan kematian Sultan Sulaiman Agung. Setelah tertunda selama dua bulan, mereka akhirnya membentuk sebuah armada yang terdiri dari 19 kapal perang dan sejumlah kapal lainnya yang mengangkut persenjataan dan persediaan untuk membantu masyarakat Aceh yang terkepung.
Namun, sebagian besar kapal tersebut tidak pernah tiba di Aceh. Banyak dari kapal-kapal tersebut dialihkan untuk tugas yang lebih mendesak yaitu memulihkan dan memperluas kekuasaan Utsmaniyah di Yaman. Ada satu atau dua kapal yang tiba di Aceh. Kapal-kapal tersebut selain membawa pembuat senjata, penembak, dan teknisi juga membawa senjata dan peralatan perang lainnya, yang langsung digunakan oleh penguasa setempat untuk mengusir Portugis. Peristiwa ini dapat diketahui dalam berbagai arsip dokumen negara Turki.
Hubungan ini nampak pula dalam penganugerahan gelar-gelar kehormatan diantaranya Abdul Qadir dari Kesultanan Banten misalnya, tahun 1048 H (1638 M) dianugerahi gelar Sultan Abulmafakir Mahmud Abdul Kadir oleh Syarif Zaid, Syarif Mekkah saat itu. Demikian pula Pangeran Rangsang dari Kesultanan Mataram memperoleh gelar Sultan dari Syarif Mekah tahun 1051 H (1641 M ) dengan gelar Sultan Abdullah Muhammad Maulana Matarami. Pada tahun 1638 M, sultan Abdul Kadir Banten berhasil mengirim utusan membawa misi menghadap syarif Zaid di Mekah.
Hasil misi ke Mekah ini sangat sukses, sehingga dapat dikatakan kesultanan Banten sejak awal memang meganggap dirinya sebagai kerajaan Islam, dan tentunya termasuk Dar al-Islam yang ada di bawah kepemimpinan Khalifah Turki Utsmani di Istanbul. Sultan Ageng Tirtayasa mendapat gelar sultan dari Syarif mekah.
Hubungan erat ini nampak juga dalam bantuan militer yang diberikan oleh Khilafah Islamiyah. Dalam Bustanus Salatin karangan Nuruddin ar-Raniri disebutkan bahwa kesultanan Aceh telah menerima bantuan militer berupa senjata disertai instruktur yang mengajari cara pemakaiannya dari Khilafah Turki Utsmani (1300-1922).
Bernard Lewis (2004) menyebutkan bahwa pada tahun 1563 penguasa Muslim di Aceh mengirim seorang utusan ke Istanbul untuk meminta bantuan melawan Portugis. Dikirimlah 19 kapal perang dan sejumlah kapal lainnya pengangkut persenjataan dan persediaan; sekalipun hanya satu atau dua kapal yang tiba di Aceh.
Tahun 1652 kesultanan Aceh mengirim utusan ke Khilafah Turki Utsmani untuk meminta bantuan meriam. Khilafah Turki Utsmani mengirim 500 orang pasukan orang Turki beserta sejumlah besar alat tembak (meriam) dan amunisi. Tahun 1567, Sultan Salim II mengirim sebuah armada ke Sumatera, meski armada itu lalu dialihkan ke Yaman. Bahkan Snouck Hourgroye menyatakan, “Di Kota Makkah inilah terletak jantung kehidupan agama kepulauan Nusantara, yang setiap detik selalu memompakan darah segar ke seluruh penduduk Muslimin di Indonesia.” Bahkan pada akhir abad 20, Konsul Turki di Batavia membagi-bagikan al-Quran atas nama Sultan Turki.
Di istambul juga dicetak tafsir al-Quran berbahasa melayu karangan Abdur Rauf Sinkili yang pada halaman depannya tertera “dicetak oleh Sultan Turki, raja seluruh orang Islam”. Sultan Turki juga memberikan beasiswa kepada empat orang anak keturunan Arab di Batavia untuk bersekolah di Turki.
Pada masa itu, yang disebut-sebut Sultan Turki tidak lain adalah Khalifah, pemimpin Khilafah Utsmaniyah yang berpusat di Turki. Selain itu, Snouck Hurgrounye sebagaimana dikutip oleh Deliar Noer mengungkapkan bahwa rakyat kebanyakan pada umumnya di Indonesia, terutama mereka yang tinggal di pelosok-pelosok yang jauh di penjuru tanah air, melihat stambol (Istambul, kedudukan Khalifah Usmaniyah) masih senantiasa sebagai kedudukan seorang raja semua orang mukmin yang kekuasaannya mungkin agaknya untuk sementara berkurang oleh adanya kekuasaan orang-orang kafir, tetapi masih dan tetap [dipandang] sebagai raja dari segala raja di dunia. Mereka juga berpikir bahwa “sultan-sultan yang belum beragama mesti tunduk dan memberikan penghormatannya kepada khalifah.” Demikianlah, dapat dikatakan bahwa Islam berkembang di Indonesia dengan adanya hubungan dengan Khilafah Turki Utsmani.
Dengan demikian, keterkaitan Nusantara sebagai bagian dari Khilafah, baik saat Khilafah Abbasiyah Mesir dan Khilafah Utsmaniyah telah nampak jelas pada pengangkatan Meurah Silu menjadi Sultan Malikussaleh di Kesultanan Samudra-Pasai Darussalam oleh Utusan Syarif Mekkah, dan pengangkatan Sultan Abdul Kadir dari Kesultanan Banten dan Sultan Agung dari Kesultanan Mataram oleh Syarif Mekkah.
Dengan mengacu pada format sistem kehilafahan saat itu, Syarif Mekkah adalah Gubernur (wali) pada masa Khilafah Abbasiyah dan Khilafah Utsmaniyah untuk kawasan Hijaz. Jadi, wali yang berkedudukan di Mekkah bukan semata penganugerahan gelar melainkan pengukuhannya sebagai sultan. Sebab, sultan artinya penguasa. Karenanya, penganugerahan gelar sultan oleh wali lebih merupakan pengukuhan sebagai penguasa Islam. Sementara itu, kelihatan Aceh memiliki hubungan langsung dengan pusat khilafah Utsmaniyah di Turki.
KESIMPULAN
Jumlah dai yang diutus ini tidak hanya sembilan (Songo). Bahkan ada 6 angkatan yang dikirimkan, masing-masing jumlanya sekitar sembilan orang. (Versi lain mengatakan 7 bahkan 10 angkatan karena dilanjutkan oleh anak / keturunannya)
Para Wali ini datang dimulai dari Maulana Malik Ibrahim, asli Turki. Beliau ini ahli politik & irigasi, wafat di Gresik.
- Maulana Malik Ibrahim ini menjadi peletak dasar pendirian kesultanan di Jawa sekaligus mengembangkan pertanian di Nusantara.
- Seangkatan dengan beliau ada 2 wali dari Palestina yg berdakwah di Banten; salah satunya Maulana Hasanudin, beliau kakek Sultan Ageng Tirtayasa.
- Juga Sultan Aliyudin, beliau dari Palestina dan tinggal di Banten. Jadi masyarakat Banten punya hubungan darah & ideologi dg Palestina.
- Juga Syaikh Ja'far Shadiq & Syarif Hidayatullah; dikenal disini sebagai Sunan Kudus & Sunan Gunung Jati; mereka berdua dari Palestina.
- Maka jangan heran, Sunan Kudus mendirikan Kota dengan nama Kudus, mengambil nama Al-Quds (Jerusalem) & Masjid al-Aqsha di dalamnya.
(Sumber Muhammad Jazir, seorang budayawan & sejarawan Jawa , Pak Muhammad Jazir ini juga penasehat Sultan Hamengkubuwono X).
Adapun menurut Berita yang tertulis di dalam kitab Kanzul ‘Hum karya Ibnul Bathuthah, yang kemudiah dilanjutkan oleh Syekh Maulana Al Maghribi.
Sultan Muhammad I itu membentuk tim beranggotakan 9 orang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa dimulai pada tahun 1404. Tim tersebut diketuai oleh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan ahli mengatur negara dari Turki.
Wali Songo Angkatan Ke-1, tahun 1404 M/808 H. Terdiri dari:
1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara.
2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir.
4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko.
5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara.
6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.
7. Maulana Hasanudin, dari Palestina.
8. Maulana Aliyudin, dari Palestina.
9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli ruqyah.
Wali Songo Angkatan ke-2, tahun 1436 M, terdiri dari :
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Maulana Ishaq, asal Samarqand, Rusia Selatan
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Maulana Hasanuddin, asal Palestina
8. Maulana 'Aliyuddin, asal Palestina
9. Syekh Subakir, asal Persia Iran.
Wali Songo Angkatan ke-3, 1463 M, terdiri dari:
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim
Wali Songo Angkatan ke-4,1473 M, terdiri dari :
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim
Wali Songo Angkatan ke-5,1478 M, terdiri dari :
1. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
2. Sunan Muria, asal Gunung Muria, Jawa Tengah
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Syaikh Siti Jenar, asal Persia, Iran
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim
Wali Songo Angkatan ke-6,1479 M, terdiri dari :
1. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim
2. Sunan Muria, asal Gunung Muria, Jawa Tengah
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak
4. Fathullah Khan (Falatehan), asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Tembayat, asal Pandanarang
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim

Jumat, 24 November 2017

NAMA MUHAMMAD KEBENARAN YANG MEREKA SEMBUNYIKAN


(Kebenaran bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wa sallam benar-benar akan datang sebagai nabi terakhir, penutup para nabi)
Kisah ini bercerita tentang Abdullah al-Majorci. Seorang mantan ulama besar Nasrani yang menjadi seorang muslim. Abdullah hidup saat Perang Salib masih berkecamuk. Lahir di Majorca (baca: Mayorka), Spanyol, kemudian pindah ke Tunisia di bawah kekuasaan Daulah Hafshiyah. Ia adalah seorang Nasrani yang taat dan tekun mempelajari agamanya. Dalam waktu singkat, ia berhasil menghafal setengah Injil.
Namun akhirnya, ia memeluk Islam, setelah mengetahui bahwa Muhammad, seorang nabi dari Arab, adalah nama yang disembunyikan kebenarannya oleh pasturnya. Setelah memeluk Islam, ia mengganti namanya menjadi Abdullah dan menulis kisah perjalanan hidupnya dalam buku Tuhfatu al-Arib fi Rad ‘ala ahli ash-Shalib.
Nama dan Laqobnya
Namanya adalah Abdullah bin Abdullah at-Tarjuman. Ini adalah nama yang ia pilih setelah memeluk Islam. Sebelumnya, namanya adalah Anselm Turmeda. Ia melaqobi dirinya dengan tarjuman karena aktivitasnya sebagai penerjemah sultan dalam surat-menyurat dengan bangsa Frank.
Ia dinisbatkan kepada Majorca karena kota ini adalah kota kelahirannya.
Memeluk Islam Karena Nama Muhammad Adalah Kebenaran
Dalam buku yang ia tulis yang berjudul Tuhfatu al-Arib fi Rad ‘ala ahli ash-Shalib, Abdullah al-Majorci menceritakan kisah keislamannya:
Aku adalah seorang yang berasal dari Majorca -semoga Allah mengembalikannya kepada Islam-. Majorca adalah kota besar di pesisir laut Spanyol. Sebuah kota yang diapit dua gunung. Kota yang terdapat dataran rendah yang kecil. Itulah kota para pedangang. Banyak kapal-kapal besar bermuara, berniaga di pinggir lautnya. Hutannya adalah hutan zaitun dan tin. Dan pagarnya adalah 120 benteng lebih mengelilingi kota ini. Kota ini dimakmuri oleh banyak mata air. Semuanya berhilir ke lautan.
Ayahku adalah orang yang tinggal di perkotaan Majorca. Ia tidak memiliki anak kecuali aku. Ketika usiaku menginjak 6 tahun, ayah menyerahkan pendidikanku kepada seorang pastur. Aku membaca Injil di hadapan pastur itu. Hingga aku berhasil menghafal setengahnya hanya dalam waktu 2 tahun. Setelah itu, aku mempelajari bahasa Injil dan ilmu logika bahasa (mantiq), padahal saat itu usiaku masih 6 tahun.
Dari Majorca, aku pindah ke Kota Lleida, wilayah Catalonia. Pada masa itu, kota ini adalah kota ilmu bagi orang-orang Nasrani. Setiap 1000 atau 1500 orang pelajar Nasrani yang tinggal di sana, dipimpin oleh seorang Romo. Di sana aku mempelajari ilmu pasti selama enam tahun, kemudian mempelajari Injil dengan bahasa aslinya selama empat tahun.
Setelah menimba ilmu di Lleida, Abdullah pindah ke Balunia (Arab: بلونية) di wilayah al-Anbardiyah (Arab: الأنبردية). Kota ini juga merupakan kota pelajar Nasrani di zamannya. Setiap tahun 1000 orang lebih penuntut ilmu Nasrani datang dari segala penjuru untuk belajar di kota ini. Di sini Abdullah tinggal di gereja, dibawah pengasuhan Uskup Agung Nicole Martel. Nicole Martel memiliki kedudukan ilmu, agama, dan kezuhudan yang sangat tinggi di masyarakat. Ia sangat istimewa disbanding uskup-uskup lainnya.
Abdullah al-Majorci bercerita tentang hubungannya dengan Nicole Martel: Di bawah pengasuhan Nicole Martel, aku mempelajari pokok-pokok agama Nasrani dan hukum-hukumnya. Aku senantiasa dekat dengannya. Mengabdikan diri melayaninya. Dan mewakilinya dalam banyak kesempatan. Hingga aku pun menjadi murid kesayangannya. Puncak itu semua, ia serahkan padaku kunci-kunci rumahnya, perbendaharaan hartanya, tempat makan dan minumnya. Semuanya berada di tanganku. Kecuali satu kunci saja. Kunci sebuah ruangan kecil di dalam rumahnya yang biasa ia gunakan untuk menyendiri. Dugaanku, ruang itu adalah ruang harta-harta yang ia dapatkan dari hadiah dan pemberian. Aku tidak tahu persisnya.
Aku terus berguru dan mengabdi pada Nicole Martel selama 10 tahun. Hingga tiba suatu waktu, ia menderita sakit. Ia tidak bisa menghadiri pertemuan dengan uskup-uskup lainnya sebagaimana yang biasa ia lakukan. Para uskup mengadakan diskusi dan kajian keagamaan, sambil menunggu kehadirannya. Mereka sampai pada firman Allah ﷻ di Injil, tentang perkataan Nabi Isa, “Sesungguhnya akan datang setelahnya seorang nabi, namanya al-Baraqlith (Arab: البارَقليط)”.
Mereka terus berdiskusi, siapakah Nabi ini. Nabi yang dimaksud Injil akan datang setelah Isa. Setiap orang berbicara dan mengeluarkan pendapat sesuai dengan kadar ilmu dan pemahamannya. Perdebatan akan nama ini kian seru, namun diskusi berakhir tanpa titik temu.
Setelah itu aku datang menemui Nicole Martel. Ia bertanya padaku, “Apa yang kalian diskusikan pada hari ini, saat aku tidak hadir?” Kukabarkan padanya bahwa para uskup berselisih pendapat tentang nama al-Baraqlith. Fulan menjawab demikian. Dan Fulan menyebutkan nama yang lain. “Lalu apa pendapatmu?” tanyanya padaku. “Aku menjawab dengan jawaban Qadhi Fulan dalam tafsirnya terhadap Injil”, jawabku.
Kemudian ia berkata, “Engkau keliru. Fulan juga keliru. Dan Fulan lebih mendekati kebenaran. Namun yang benar, bukanlah nama-nama yang kalian sebutkan (dalam dikusi). Karena tidak ada yang mengetahui tafsir tentang nama yang mulia ini kecuali seorang ulama yang mendalam ilmunya. Kalian belum sampai level itu. Ilmu kalian masih sedikit.”
Aku segera mencium kakinya, dan berkata, “Wahai tuanku, Anda tahu aku berjalan dari negeri yang jauh demi belajar kepadamu. Aku juga telah mengabdi kepadamu selama 10 tahun. Aku telah mendapatkan banyak pengetahuan darimu yang aku tidak mampu menghitung banyaknya. Mudah-mudahan dengan kebaikanmu, kiranya engkau mau memberi tahu tentang tafsir nama itu.”
Tiba-tiba ia menangis. Lalu berkata kepadaku, “Wahai anakku, demi Allah engkau telah banyak memuliakanku dengan pengabdian dan pelayananmu. Tapi, aku khawatir jika nama ini kuberitahukan padamu engkau akan dibunuh (atau dimusuhi) oleh orang-orang Nasrani dari segala penjuru.”
“Tuan, demi Allah Yang Maha Agung, dan atas hak Injil serta apa yang dikandungnya, aku tidak mengatakan sesuatu kecuali atas perintahmu.”, jawabku meyakinkannya.
Ia berkata, “Wahai anakku, dulu aku pernah bertanya padamu saat pertama kali kau datang padaku dari negerimu, ‘Apakah tempat tinggalmu dekat dengan orang-orang Islam? Apakah mereka memerangi kalian dan kalian memerangi mereka? Semua itu untuk mengujimu seberapa jauh engkau benci dengan Islam. Ketauhilah wahai anakku bahwa al-Baraqlith adalah nama nabi mereka (umat Islam), Muhammad. Kepadanyalah diturunkan al-Kitab (Alquran) yang keempat, yang disebutkan melalui lisan Danial ‘alaihissalam. Ia mengabarkan bahwa kita itu akan diturunkan padanya. Agamanya adalah agama kebenaran. Dan millahnya adalah millah yang putih sebagaimana yang disebutkan di dalam Injil”.
Aku berkata padanya, “Tuan, bagaimana solusi dari masalah ini?” Abdullah bingung, sementara ia mempelajari Nasrani, hidup di lingkungan Nasrani, dan berguru kepada ulama besar Nasrani, tapi kebenaran ada pada Islam.
“Masuklah ke dalam agama Islam wahai anakku”, jawabnya.
“Apakah keselamatan itu dengan memeluk Islam?” tanyaku.
“Betul. Selamat di dunia dan akhirat.”, jawabnya.
“Tuan, sesungguhnya orang yang cerdas memilih yang terbaik dari yang dia ketahui. Jika Anda mengetahui kemuliaan agama Islam, apa yang menghalangimu darinya?” tanyaku lagi.
Ia menjawab, “Anakku, sesungguhnya Allah belum menunjukkanku tentang apa yang kusampaikan kepadamu berupa keagungan Islam dan kemuliaan nabi umat Islam kecuali saat aku telah tua dan fisikku sudah melemah, memang tidak ada udzur bagiku, bahkan itulah hujjah Allah untukku. Seandainya aku mengetahuinya ketika seumurmu, akan kutinggalkan segalanya. Aku akan memeluk agama yang benar ini. Dan cinta dunia adalah pokok dari segala keburukan.”
Maksud Nicole Martel, di kondisi tuanya jauh lebih sulit untuk memeluk Islam. Ia telah memiliki kedudukan. Seorang yang memiliki kedudukan lebih sulit untuk mengatakan kebenaran. Resiko yang ia tanggung lebih besar. Namun ia sadar itu bukanlah alasan. Kedudukan, penghormatan, harta, dan semua bagian dunia telah terlanjur mengecap di hatinya. Ia sadar cinta dunia adalah pokok keburukan.
Pelajaran bagi kita, belajarlah agama Islam sebelum kita menjadi siapa-siapa. Ketika kita sudah berkedudukan. Memiliki gelar akademik yang tinggi. Memiliki masa yang banyak. Maka gengsi untuk menerima kebenaran lebih besar. Apalagi kebenaran datang lewat orang yang lebih rendah kedudukannya dari kita. Datang dari mereka yang level pendidikannya jauh di bawah. Atau dari mereka yang miskin. Atau dari mereka yang jabatannya jauh di bawah. Belajarlah agama selagi Anda bukan siapa-siapa.
Abdullah al-Majorci melanjutkan. Kukatakan padanya, “Tuan, apakah engkau memerintahkanku untuk pergi menuju negeri kaum muslimin dan memeluk agama mereka?”
“Jika engkau cerdas dan berharap selamat, segera lakukan itu. Engkau akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.”, jawabnya.
“Akan tetapi anakku, apa yang kita bicarakan sekarang ini tidak disaksikan seorang pun selain kita. Sembunyikan ini sekuat kemampuanmu. Apabila engkau sebarkan, aku akan mendustakan semua ucapanmu. Aku tidak butuh pertolonganmu. Dan tidak manfaat bagimu menukil ucapanku tentang hal ini (di tengah-tengah umat Nasrani).” Ia memberi peringatan.
Maksudnya orang-orang tidak akan mempercayaimu kalau engkau mendengar hal itu dariku. Dan aku juga akan mendustakan ucapanmu di hadapan mereka. Jadi, engkau sendiri yang akan rugi dan menderita.
“Tuanku, aku berlindung kepada Allah dari yang demikian.”. kuucapkan janjiku sesuai yang dia inginkan.
Kemudian aku pamit kepadanya dan mulai menempuh cara untuk keluar dari daerah ini. Ia mendoakan kebaikan untukku dan membekaliku dengan 50 Dinar emas. Aku menempuh perjalanan laut, kembali ke kampung halamanku, Majorca.
Di Majorca, aku tinggal bersama orang tuaku selama 6 bulan. Setelah itu aku pergi menuju Pulau Sisilia dan tinggal di sana selama 5 bulan sambil menunggu tumpangan yang hendak pergi menuju negeri kaum muslimin.
Kendaraan yang kutunggu-tunggu pun tiba, dari Sisilia aku bersafar menuju Tunisia. Ketika aku sampai di Tunisia, ada rahib-rahib Nasrani yang mendengar kedatanganku. Mereka pun mendatangiku dan membawaku ke tempat mereka. Aku pun tinggal bersama mereka selama 4 bulan. Setelah itu aku bertanya kepada mereka, “Apakah di negeri ini, penguasanya menjamin lisannya seorang Nasrani?”
Saat itu, sultan yang berkuasa di Tunisia adalah Abu al-Abbas Ahmad rahiamhullah. Mereka memberitahuku bahwa penguasa negeri ini adalah penguasa yang baik. Salah seorang terdekatnya adalah Yusuf ath-Thayyib. Ia dikenal dengan kebaikannya. Aku pun sangat senang mendengar kabar tersebut.
Aku juga bertanya kepada mereka tempat laki-laki yang baik itu. Mereka menunjukkanku kediamannya. Aku pun menemuinya. Kujelaskan padanya tentang keadaanku dan sebab kedatanganku adalah untuk memeluk Islam. Laki-laki tersebut sangat gembira mendengar apa yang kukatakan. Ia ingin menyempurnakan kebaikan tersebut melalui dirinya sendiri. Lalu aku dipersilahkan menunggangi kudanya. Dan membawaku ke rumah Sultan Abu al-Abbas.
Sesampainya di rumah sultan, Yusuf al-Khoir mengabarkan sultan tentang diriku. Aku meminta izin sultan untuk tinggal di wilayahnya, dan ia pun mengizinkannya. Hal pertama yang ditanyakan sultan kepadaku adalah tentang umurku. Ku jawab, “Umurku 35 tahun.”
Kemudian ia bertanya, ilmu pengetahuan apa saja yang sudah kupelajari. Aku pun menjawabnya. Ia berkata, “Anda datang dengan niat baik. Masuk Islamlah dengan berokah dari Allah.”
Aku katakana kepada Yusuf, yang saat itu menjadi penerjemahku, “Katakan kepada Sultan, ‘Seseorang yang keluar dari suatu agama, maka para pemeluk agama tersebut akan menggunjingnya dan mencelanya. Aku berharap dengan kebaikan Anda agar kiranya mengumpulkan para pedagang Nasrani dan rahib-rahib mereka dan Anda mendengar apa yang mereka ucapkan di hadapanku. Saat itu aku umumkan keislamanku insya Allah.”
Ia menjawab melalui penerjemahnya, “Anda meminta seperti apa yang diminta Abdullah bin Salam kepada Nabi ﷺ saat ia hendak memeluk Islam. Rasulullah pun mengumpulkan para rahib Nasrani dan pedagang-pedagang mereka.”
Lalu sultan memasukkanku di sebuah ruangan dekat dengan majelisnya. Ketika orang-orang Nasrani datang, ia berkata kepada mereka, “Apa pendapat kalian tentang pastur (yakni Abdullah al-Majorci), yang baru saja datang tadi?”
Mereka menjawab, “Wahai tuan kami, dia adalah ulama besar agama kami. Sesepuh kami mengatakan bahwa mereka tidak melihat ada orang yang lebih tinggi derajat keilmuannya melebihi dia dalam agaka kami.”
Sultan kembali bertanya, “Apa yang akan kalian katakana jika dia memeluk Islam?”
“Kami berlindung kepada Allah dari yang demikian. Dia tidak akan melakukan hal itu”, jawab mereka.
Ketika sultan telah mendengar ucapan orang-orang Nasrani, ia pun memanggilku. Aku pun hadir di hadapannya. Aku pun mengucapkan dua kalimat syahadat dengan tulus di hadapan orang-orang Nasrani itu. Syahadatku seolah-olah menampar wajah-wajah mereka.
Serta-merta mereka menuduhku, “Dia mengucapkan hal itu karena ingin menikah. Karena pastur-pastur kami tidak menikah.”
Mereka pun keluar dari ruangan dengan kecewa dan bersedih hati. Setelah itu sultan memberiku empat dinar setiap harinya dan menikahkanku dengan putri al-Haj Muhammad ash-Sahffar. Saat aku hendak menikah, sultan menghadiahkanku 100 dinar emas dan memberikan sesetel pakaian baru. Dan aku pun menikah. Dari pernikahan tersebut aku memiliki beberapa anak. Di antaranya kuberi nama Muhammad. Aku berharap keberkahan menamainya dengan nama Nabi kita, Muhammad ﷺ.
Penutup
Syaikh Abdul Wahhab an-Najjar, salah seorang ulama Al-Azhar, berkisah tentang kata al-Bariqlith dalam kitabnya Qishash al-Anbiya. Dalam bukunya itu, ia menceritakan pernah berjumpa dengan salah seorang ahli bahasa Yunani kuno, Pastur Carlo Nino. Karena Injil ditulis dengan bahasa Yunani.
Sayikh bertanya kepada Pastur Carlo Nino, “Apa arti kata al-Bariqlithus dalam Bahasa Yunani kuno?” Ia menjawab, “al-Mu’azzi (sang penghibur)”. Syaikh menanggapi, “Terangkan maknanya secara harfiyah dalam bahasa Yunani kuno!” Pastur Carlo Nino menjawab, “al-Bariqlithus adalah yang banyak pujian.”
Kemudian Syaikh menanggapi, “Apakah Anda percaya dengan Muhammad (yang artinya yang terpuji)? “Anda terlalu banyak bertanya”, jawabnya. Kemudian ia pun meninggalkan Syaikh Abdul Wahhab an-Najjar.
Daftar Pustaka:
– at-Tarjuman, Abdullah. 1988. Tuhfatu al-Arib fi Rad ‘ala ahli ash-Shalib. Beirut: Dar al-Basya-ir al-Islamiyah.
Artikel www.KisahMuslim.com

Kamis, 23 November 2017

DIY QUADCOPTER ARDUINO

Oleh : AAT TSANI
Foto saya



Assalamualaikum sahabat blogger semuanya, kali ini saya akan share cara membuat Quadcopter minim budget. langsung saja tanpa basa basi kita mulai.

pertama tama siapkan alat dan bahanya

Bahanya :
1. 1 Buah Arduino Nano (mini atau promicro) disini saya memakai nano supaya simpel
2. Modul NRF24L01 ( rekomendasi yang sudah memakai PA + NLA)
3. Modul Gyro/Accelerometer (MPU6050)
4. Frame Quadcopter (atau lebih kreatif bikin sendiri dri alumunium atau kayu)
5. 4 buah Motor Brushless 930kv
6. 4 buah ESC 30A
7. 4 buah propeller (2 CW/ 2CCW)
8. 1 buah batre Lipo 3S 2200mah
9. lipo checker
10. pin header secukupnya

Alat :
- Solder
- Tenol
- obeng
- dll

baiklah setelah alat dan bahan sudah siap, sekarang kita mulai
pada dasarnya skematik untuk drone arduino adalah seperti dibawah ini 


diatas adalah skematik rangkaiannya,, sangat sederhana bukan. ringkasya untuk koneksi ke remote control hanya memerlukan 1 pin saja yaitu di pin D2 sebagai pwm dari receiver.  untuk pin ke esc memakai D3, D9, D10, D11. untuk akselerasinya menggunakan modul mpu6050 yang menggunakan koneksi i2c ke pin sda dan scl (A4, A5). o iya 1 lagi sumber powernya kita ambil dari bec esc saja biar lebih aman, karena klo kita sambung powernya langsung dari batre ke pin RAW nano, ditakutkan regulator nanonya overheat nahan panas dari batre 3s dan akan mengakibatkan kerusakan.

rangkai frame dji f450 nya, untuk kalian pasti sudah tau cara merangkainya..jika sudah dirangkai kita akan mengkalibrasi escnya , kalibrasi esc bertujuan untuk memberi tahu esc minimum nilai trothle dan maksimum nilai trothle agar disaat kita menerbangkan quadcopter motor berputar stabil, jika tidak di kalibrasi motor akan berputar tidak stabil, cara kalibrasinya yaitu koneksikan pin ESC ke pin trothle Receiver (biasanya di pin 3), nyalakan transmitternya lanjut geser tuas trothle ke atas sampai full, trus hubungkan batre ke ESC, setelah ada bunyi start up akan ada bunyi beep trus geser trothle ke bawah sampai full sampai bunyyi beep kembali dan lepas batrenya, dan coba hubungkan kembali batre ke esc dan coba geser trothle ke atas pelan pelan dan motor akan berputar sesuai trothle.. lakukan kalibrasi tersebut ke 4 motornya...

selanjutnya kita buat skematik untuk flight controllernya, disini saya menggunakan software Eagle. bagi kalian yang belum pnya bisa donwload filenya  disini

untuk skematik diatas sangat sederhana, soalnya saya menghubungkan pin pinya menggunakan label supaya klihatan rapi (ya walaupun acak acakan). 
selanjutnya design layout pcbnya sedemikian rupa hingga hasilnya rapih,, kurang lebih hasil design saya seperti dibawah ini

bagi kalian yang gak mau ribet bikin layoutnya, saya sertakan filenya pdfnya supaya bisa langsung dicetak.
ok selanjutnya kita cetak pcbnya




lanjut pasang komponen komponennya..hasilnya jreengg...



selanjutnya kita pasang flight controllernya pada frame, dan sesuaikan arah depanya

perlu diingat untuk arah putaran motor harus sama seperti gambar dibawah ini 

pemasangan kabel dari esc ke flight controller disesuaikan dengan arah depan quadcopter seperti pada gambar diatas yaitu :

motor nomor 3 di sambung ke pin D3 pada flight controller
motor nomor 9 di sambung ke pin D9 pada flight controller
motor nomor 10 di sambung ke pin D10 pada flight controller
motor nomor 11 di sambung ke pin D11 pada flight controller

selanjutnya kita akan upload programnya, untuk bahanya:



  1. Arduino IDE , bagi yang belum punya softwarenya bisa download disini
  2. Download programnya disini, 
langkah langkahnya :
instal arduino IDE di laptop kalian sampai selesai, lanjut kita buka file program yang sudah tadi kita download, terus exstak file multiwii ke tempat yang mudah diingat, lanjut kita buka aplikasi arduino IDE nya, trus open pilih folder multiwii yang tadi kita exstak dan pilih multiwii
lanjut kita masuk ke config.h
terus kita hilangkan tanda komentar di bagian XUADX nya
selanjutnya kita atur minimun trothlenya, saya disini memakai 1150

lanjut kita hilangkan tanda komentar untuk board gyronya, disini saya memakai GY-521
dan yang terakhir kita set mode tranmistternya disini saya memasukan : #define SERIAL_SUM_PPM           THROTTLE,YAW,PITCH,ROLL,AUX1,AUX2,AUX3,AUX4,8,9,10,11 // Aattsani
dan upload sketchnya, tunggu sampai selesai, jika sudah selesai buka folder multiwii yang tadi kita exstak, pilih file MultiWiiConf dan pilih aplikasinya sesuai operasi windows ada, saya disini memakai application.windows32, buka foldernya dan double klik MultiWiiConf dan akan muncul aplikasinya
tancapkan kabel data ke flight controller dan colok ke usb laptop kalian trus pilih port com di aplikasinya

klik start 

disini kita akan lihat monitor gyronya bekerja, coba kalian gerakan quadcopter kalian dan lihat di monitornya akan menampikna grafiknya 

selanjutnya kalibrasi gyroskopnya dengan menekan calib_acc

yang terakhir kita membuat fungsi aux 1 dan aux 2nya , lihat bagian yang dilingkari merah, samakan dan klik write

setelah itu kalian bisa mencobanya..
untuk masuk ke fungsi arm atau posisi motor siap terbang, kalian harus menggerakan trothle ke bawah dan yaw ke kanan sampai full

dan untuk mematikan fungsi motor kita geser trothle ke bawah dan yaw ke kiri sampai full

video uji cobanya bisa di cek disini

karena kesibukan pekerjaan, saya belum sempat mencoba menerbangkannya, insyaalloh nanti kalau ada waktu luang saya akan upload video test flightnya...
sekian dulu postingan kali ini moga moga bermanfaat untuk semuanya..
jangan lupa like youtube  ya...

Balqis Humaira EDISI 9 FEBRUARY 2026

  Lo pasti setuju bahwa ​Musuh paling berbahaya itu bukan yang menodongkan pistol di depan muka lo. ​Musuh paling berbahaya adalah orang yan...