Senin, 26 Oktober 2015

TREND SALAFI & TALAFI



SALAF, artinya orang-orang shalih terdahulu (yaitu para sahabat Nabi, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in). nah, orang-orang mukmin yang hidup pada tiga masa/generasi setelah Rasulullah ini disebut SALAF. sedangkan generasi terkemudian/orang-orang masa kini yang mengikuti jejak mereka, di sebut SALAFI (yaitu pengikut setia kaum Salaf). Artinya, kita di tuntut untuk mengikuti jejak langkah kaum Salaf dalam beragama. maka siapa saja yang menjadikan Al-Qur’an petunjuknya, As-Sunnah pedoman hidupnya, dan menjadikan jejak langkah kaum Salaf sebagai teladannya (baik dalam beraqidah, ibadah, muamalah, dakwah, dan akhlaq) maka dialah SALAFI. tidak terikat dengan kelompok manapun, organisasi manapun, radio apapun. dst.
SALAFIYYAH (Manhaj Salaf) adalah manhaj perbaikan dan dakwah, diharapkan bila seorang bersalah atau berbuat kerusakan, namun tetap kita harapkan ia kembali pada kebenaran. Inilah salafi walau dia tidak berkata ‘saya salafi‘. karena Salafiyyah itu memperbaiki, bukan menghakimi.
Syaikh Muhammad Bin Umar Bazmul mengatakan:
منهج السلف اتباع ما كان عليه الرسول صلى الله عليه وسلم وأصحابه ، الرد في محله، والكلام في الجرح والتعديل في محله، والقيام بأمر العبادة والسلوك والمنهج في محله ، وكل شيء له محله وله ميزانه, أما أنك تعرض السلفية بهذه الصورة وتبغي من الناس أن لا ينكروا عليك؛ فلا والله أنت شوهت السلفية !
“Manhaj salaf ialah mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya, yaitu membantah pada tempatnya, berbicara masalah jarh wa ta’dil pada tempatnya, berbicara masalah ibadah, suluk/akhlaq, dan manhaj pada tempatnya, segala sesuatunya pada tempatnya dan ada kadarnya. Adapun engkau mengubah definisi salafiyah dan berharap manusia tidak akan akan mengingkarimu, engkaulah syauhatus salafi (salafi yang menyimpang) !”
-selesai-
Di tranksrip dari ceramah yang berjudul:
منهج السلف في التعامل مع الانحرافات العقدية والمنهجية لفضيلة الشيخ محمد بن عمر بازمو
SINGKAT KATA, Salafi itu adalah Ahlus Sunnah itu sendiri. namun Ahlus Sunnah sejati adalah mereka yang mengamalkan Sunnah tanpa merasa paling Sunnah. Syari’at menuntut kita untuk mengamalkan dan merealisasikan teladan Salaf, itulah Salafi. bukan sekedar pengakuan dan klaim sana-sini. Sebab, kata pepatah arab:
كُلٌّ يَدَّعِي وَصَلاً بِلَيْلَى … وَلَيْلَى لَا تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَا
“Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila, namun Laila menolak pengakuan mereka itu…”.
Sahabat iman yang dimuliakan Allah, pembahasan tentang ‘Talafi’ dan ‘Salafi’ sudah sering kita dapati. Perbedaan antara Salafi (Kaum pecinta Sunnah pengikut Setia kaum Salaf) dengan Talafi (komplotan mafia berjubah sunnah pemegang kunci surga) juga sudah dibahas diberbagai kesempatan. Sekarang, yuk kita rehat sejenak sambil melihat bagaimana TREND TALAFI DI TAHUN 2017 ini. Diantaranya adalah:
=> YANG BERHAK jadi ustad, hanya gurunya. Yang boleh dipanggil ustad, hanya tokoh-tokoh yang di idolakannya. yang berhak berdakwah, hanya ustad-ustadnya. Kalau ada ustadz lain tidak boleh. tidak boleh ngisi kajian di masjidnya, tidak boleh di undang ke daerahnya dan mesti di boikot. karena dianggap “sesat”, “hizbiyyah”, “khawarij”, “ahli bid’ah”, “masuk neraka”, atau minimal dianggap “manhajnya tidak jelas” atau “bermasalah”, dll. sehingga tidak berhak di panggil ustad dan jangan dianggap ulama, dst. Ada orang sealim apapun selama bukan ustadz atau bukan ulama “sesembahan” dia, maka tidak perlu di hormati. tidak perlu di panggil “ustadz”, tidak perlu di panggil “syaikh”. Ini lagi nge-trend banget di tahun 2017, sahabat. 😊
=> YANG BOLEH pakai jubah, hanya dia dan orang-orang yang sekelompok dengannya. yang berhak mengamalkan sunnah, hanya dia dan orang-orang yang satu spesies dengannya. yang boleh pakai gamis, sorban, hanya ustadnya. Kalau orang yang tidak segolongan dengannya yang pakai jubah/pakek gamis, katanya “sok ngustad”, “sok ulama”, dst. Hebat ya mereka.? 😃 dunia hanya milik mereka. kalau mau masuk surga, harus daftar dulu ke mereka. karena mereka “panitia pemegang kunci surga”. Itulah TREND TALAFI, sahabat. 😊
=> YANG lebih nge-trand lagi adalah, mereka ghibah dam menggunjing para da’i dan tokoh-tokoh agama, mem-bully serta menjatuhkan kehormatan ustad atau ulama lain dengan alasan “menjaga agama”, itu semua boleh-boleh saja menurut mereka. Mereka mau mentahdzir orang dan siapa saja yang mereka benci, boleh. Seribu satu dalil dari qaul/perkataan ulama mereka cari-cari dan copas sana-sini untuk membenarkan nafsu jahatnya. Nafsu jahat apa itu? MENGHINA DAN MEROBEK-ROBEK KEHORMATAN ORANG LAIN. -wal ‘iyaadzubillah- . tapi kalau mereka yang di tahdzir, langsung kebakaran kumis. jangankan di tahdzir, di “senggol” saja sedikit tokoh panutannya atau ustadznya, langsung kejang-kejang macam dukun santet yang sedang sakaratul maut.
=> YANG tidak kalah nge-trend adalah, MEMBUKA AIB ORANG alias MAKAN BANGKAI, talafi jagonya. kata mereka jangan suka membahas syubhat; syubhat harus di jauhi. Syubhat di hindari, tapi menghina orang & merusak nama baik orang itu bukan syubhat, bukan haram. Itu ‘HALAL’. sikat saja yang penting kenyang makan bangkai. urusan pengadilan Allah di akhirat, itu belakangan. 😃
=> TERAKHIR. Orang mau yang nikah, bisa batal nikah gara-gara doktrin Talafi. Kenapa ? Karena mereka anggap “tidak semanhaj”. Yang “semanhaj” itu mesti cingkrang dulu, jenggotanya nge-jreng dulu, ngajinya dengan ustadznya dulu, dan channel TV di rumahnya harus Channel “harap-harap cemas” dulu. Tidak percaya ? Buktikan di lapangan. Orang yang sudah menikah pun, bisa cerai di buatnya. kenapa ? Lagi-lagi karena mereka anggap “tidak seaqidah”. Hebat ya.? “lebih hebat” dari LDII (Aliran Islam Jam'ah) trend Talafi ini. . 😊
JIKA anda temukan ada orang muslim berjenggot, bergamis, celana cingkrang, yang memiliki ciri-ciri trend seperti yang saya sebutkan diatas (baik di dunia maya ataupun di dunia nyata), maka ketahuilah bahwa dia adalah TALAFI; baik Talafi dari kalangan murji-ah (mulukiyyah) maupun Talafi dari kalangan islam jama'ah (LDII).

Tapi jika anda temukan seorang muslim berjenggot, bergamis, celananya di atas mata kaki dalam rangka menteladani Sunnah Nabi, penampilannya islami, tetapi akhlaqnya pun santun dan berbudi pekerti. terbuka dengan seluruh kaum muslimin, berlapang dada terhadap perbedaan, tidak mudah menyesat-nyesatkan, wajahnya berseri penuh senyuman, lisannya ringan menebar salam, selalu menjaga kehormatan dan mudah memaafkan, mencintai kaum muslimin & sangat membenci kaum kafirin, maka DIALAH SALAFI SEJATI.

Selasa, 20 Oktober 2015

5 PERKARA YANG AKAN DITANYAKAN PADA HARI KIAMAT


Mengenai hari kiamat ini, Allah dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita baik itu melalui ayat-ayat al-Qur’an maupun melalui Hadits-hadits yang mulia,,
Salah satu Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menggambarkan keadaan hari kiamat adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Dalam Hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.
“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-AHadits ash-Ashahihah no. 946)
Dalam Hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan kepada kita bahwasanya, kelak di hari kiamat setiap Bani Adam (manusia) akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala mengenai 5 (lima) perkara, diataranya adalah tentang:
- Umurnya (dihabiskan untuk apa)
- Masa mudanya (dihabiskan untuk apa)
- Hartanya (dari mana ia dapatkan)
- Hartanya (dalam hal apa ia belanjakan)
- Ilmu yang dimilikinya
Barangsiapa yang bisa menjawab dan mempertanggungjawabkan kelima perkara tersebut kelak di hari kiamat, maka dia akan menjadi orang yang beruntung. Dan dengan izin Allah, dia pun akan mendapatkan apa-apa yang telah Allah janjikan kepada hamba-hambaNya yang bertakwa berupa kenikmatan-kenikmatan surga. Namun apabila ia tidak bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah, maka sungguh dia termasuk orang-orang yang celaka dan mendapatkan adzab yang pedih dariNya.

Senin, 19 Oktober 2015

The Book of codes.

TERBONGKAR SUDAH..!!! TERNYATA SELAMA INI AMERIKA MEMILIKI HUTANG 57 RIBU TON EMAS KEPADA INDONESIA.!!! BERIKUT ALASAN KENAPA AMERIKA TIDAK MAU MEMBAYAR DAN TIDAK MENGAKUI HUTANG-HUTANGNYA. BANTU SHARE JIKA ANDA BENAR-BENAR CINTA TANAH AIR
di Juli 24, 2017
Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.
Perjanjian "The Green Hilton Memorial Agreement" di Geneva (Swiss) pada 14 November 1963
Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai "salah satu" harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka
mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjanjian ini.
Perjanjian itu bernama "Green Hilton Memorial Agreement Geneva". Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan senilai lebih dari 57 ribu ton emas murni yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS)
Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee tersebut tidak berada pada Presiden RI siapa pun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri.
Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tahu keberadaannya kecuali John F Kennedy dan Soekarno sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan mandat pencairannya kepada siapa pun di tanah air. Malah jika ada yang mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang tidak tahu siapa yang menyimpan hingga kini.
Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada Vatikan, Paus sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya.
Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menanda tangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan.
Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara. Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar Amerika.
Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia.
Asal Mula Perjanjian "Green Hilton Memorial Agreement"
Setelah masa perang dunia berakhir, negara-negara timur dan barat yang terlibat perang mulai membangun kembali infrastrukturnya. Akan tetapi, dampak yang telah diberikan oleh perang tersebut bukan secara materi saja tetapi juga secara psikologis
luar biasa besarnya. Pergolakan sosial dan keagamaan terjadi dimana-mana. Orang-orang ketakutan perang ini akan terjadi lagi. Pemerintah negara-negara barat yang banyak terlibat pada perang dunia berusaha menenangkan rakyatnya, dengan mengatakan bahwa rakyat akan segera memasuki era industr
dan teknologi yang lebih baik. Para bankir Yahudi mengetahui bahwa negara-negara timur di Asia masih banyak menyimpan cadangan emas. Emas tersebut akan di jadikan sebagai kolateral untuk mencetak uang yang lebih banyak yang akan digunakan untuk mengembangkan industri serta menguasai teknologi. Karena teknologi Informasi sedang menanti di zaman akan datang.
Sesepuh Mason yang bekerja di Federal Reserve (Bank Sentral di Amerika) bersama bankir-bankir dari Bank of International Settlements / BIS (Pusat Bank Sentral dari seluruh Bank Sentral di Dunia) mengunjungi Indonesia.Melalui pertemuan dengan Presiden Soekarno, mereka mengatakan bahwa atas nama kemanusiaan dan pencegahan terjadinya kembali perang dunia yang baru saja terjadi dan menghancurkan semua negara yang terlibat, setiap negara harus mencapai kesepakatan untuk mendayagunakan kolateral Emas yang dimiliki oleh setiap negara untuk program-program kemanusiaan. Dan semua negara menyetujui hal tersebut, termasuk Indonesia. Akhirnya terjadilah kesepakatan bahwa emas-emas milik negara-negara timur (Asia) akan diserahkan kepada Federal Reserve untuk dikelola dalam program-program kemanusiaan. Sebagai pertukarannya, negara-negara Asia tersebut menerima Obligasi dan Sertifikat Emas sebagai tanda kepemilikan. Beberapa negara yang terlibat diantaranya Indonesia, Cina dan Philippina. Pada masa itu, pengaruh Soekarno sebagai pemimpin dunia timur sangat besar, hingga Amerika merasa khawatir ketika Soekarno begitu dekat dengan Moskow dan Beijing yang notabene adalah musuh Amerika.
Namun beberapa tahun kemudian, Soekarno mulai menyadari bahwa kesepakatan antara negara-negara timur dengan barat (Bankir-Bankir Yahudi dan lembaga keuangan dunia) tidak di jalankan sebagaimana mestinya. Soekarno mencium persekongkolan busuk yang dilakukan para Bankir Yahudi tersebut yang merupakan bagian dari Freemasonry.
Tidak ada program-program kemanusiaan yang dijalankan mengunakan kolateral tersebut. Soekarno protes keras dan segera menyadari negara-negara timur telah di tipu oleh Bankir International.
Akhirnya Pada tahun 1963, Soekarno membatalkan perjanjian dengan para Bankir Yahudi
tersebut dan mengalihkan hak kelola emas-emas tersebut kepada Presiden Amerika Serikat John F.Kennedy (JFK). Ketika itu Amerika sedang terjerat utang besar-besaran setelah terlibat dalam perang dunia. Presiden JFK menginginkan negara mencetak uang tanpa utang.
Karena kekuasaan dan tanggung jawab Federal Reserve bukan pada pemerintah Amerika melainkan di kuasai oleh swasta yang notabene nya bankir Yahudi. Jadi apabila pemerintah Amerika ingin mencetak uang, maka pemerintah harus meminjam kepada para bankir yahudi tersebut dengan bunga yang tinggi sebagai kolateral. Pemerintah Amerika kemudian melobi Presiden Soekarno agar emas-emas yang tadinya dijadikan kolateral oleh bankir Yahudi di alihkan ke Amerika. Presiden Kennedy bersedia meyakinkan Soekarno untuk membayar bunga 2,5% per tahun dari nilai emas yang digunakan dan mulai berlaku 2 tahun setelah perjanjian ditandatangani. Setelah dilakukan MOU sebagai tanda persetujuan, maka dibentuklah Green Hilton Memorial Agreement di Jenewa (Swiss) yang ditandatangani Soekarno dan John F.Kennedy. Melalui perjanjian itu pemerintah Amerika mengakui Emas batangan milik bangsa Indonesia sebesar lebih dari 57.000 ton dalam kemasan 17 Paket emas.
Melalui perjanjian ini Soekarno sebagai pemegang mandat terpercaya akan melakukan reposisi terhadap kolateral emas tersebut, kemudian digunakan ke dalam sistem perbankan untuk menciptakan Fractional Reserve Banking terhadap dolar Amerika. Perjanjian ini difasilitasi oleh Threepartheid Gold Commision dan melalui perjanjian ini pula kekuasaan terhadap emas tersebut berpindah tangan ke pemerintah Amerika. Dari kesepakatan tersebut, dikeluarkanlah Executive Order bernomor 11110, di tandatangani oleh Presiden JFK yang memberi kuasa penuh kepada Departemen Keuangan untuk mengambil alih hak menerbitkan mata uang dari Federal Reserve. Apa yang pernah di lakukan oleh Franklin, Lincoln, dan beberapa presiden lainnya, agar Amerika terlepas dari belenggu sistem kredit bankir Yahudi juga diterapkan oleh presiden JFK. salah satu kuasa yang diberikan kepada Departemen keuangan adalah menerbitkan sertifikat uang perak atas koin perak sehingga pemerintah bisa menerbitkan dolar tanpa utang lagi kepada Bank Sentral (Federal Reserve)
Tidak lama berselang setelah penandatanganan Green Hilton Memorial Agreement tersebut, presiden Kennedy di tembak mati oleh Lee Harvey Oswald. Setelah kematian Kennedy, tangan-tangan gelap bankir Yahudi memindahkan kolateral emas tersebut ke International Collateral Combined Accounts for Global Debt Facility di bawah pengawasan OITC (The Office of International Treasury Control) yang semuanya dikuasai oleh bankir Yahudi. Perjanjian itu juga tidak pernah efektif, hingga saat Soekarno ditumbangkan oleh gerakan Orde baru yang didalangi oleh CIA yang kemudian mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sampai pada saat Soekarno jatuh sakit dan tidak lagi mengurus aset-aset tersebut hingga meninggal dunia. Satu-satunya warisan yang ditinggalkan, yang berkaitan dengan Green Hilton Memorial Agreement tersebut adalah sebuah buku bersandi yang menyembunyikan ratusan akun dan sub-akun yang digunakan untuk menyimpan emas, yang terproteksi oleh sistem rahasia di Federal Reserve bernama The Black screen. Buku itu disebut Buku Maklumat atau The Book of codes. Buku tersebut banyak di buru oleh kalangan Lembaga Keuangan Dunia, Para sesepuh Mason, para petinggi politik Amerika dan Inteligen serta yang lainnya. Keberadaan buku tersebut mengancam eksistensi Lembaga keuangan barat yang berjaya selama ini.
Sampai hari ini, tidak satu rupiah pun dari bunga dan nilai pokok aset tersebut dibayarkan pada rakyat Indonesia melalui pemerintah, sesuai perjanjian yang disepakati antara JFK dan Presiden Soekarno melalui Green Hilton Agreement.
Padahal mereka telah menggunakan emas milik Indonesia sebagai kolateral dalam mencetak setiap dollar.
Hal yang sama terjadi pada bangsa China dan Philipina. Karena itulah pada awal tahun 2000-an China mulai menggugat di pengadilan Distrik New York. Gugatan yang bernilai triliunan dollar Amerika Serikat ini telah mengguncang lembaga-lembaga keuangan di Amerika dan Eropa. Namun gugatan tersebut sudah lebih dari satu dasawarsa dan belum menunjukkan hasilnya. Memang gugatan tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang tinggi, karena bukan saja berhadapan dengan negara besar seperti Amerika, tetapi juga berhadapan dengan kepentingan Yahudi bahkan kabarnya ada kepentingan dengan Vatikan. Akankah Pemerintah Indonesia mengikuti langkah pemerintah Cina yang menggugat atas hak-hak emas rakyat Indonesia yang bernilai Ribuan Trilyun Dollar…

Sabtu, 17 Oktober 2015

UJIAN, COBAAN DAN FITNAH AKAN SELALU MENYERTAI SEORANG MUKMIN, LAKI MAUPUN PEREMPUAN

:
Abu Hurairah radhiyallahu `anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shallallahu `alaihi wasallam berasabda:
قال رسول اللَّه صلى الله عليه وسلم: مَا يَزَال البَلاَءُ بِالمُؤْمِنِ وَالمُؤْمِنَةِ: فِي نَفْسِهِ، وَوَلَدِهِ، وَمَالِهِ، حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ.( ) الترمذي،كتاب الزهد،باب ما جاء في الصبر على البلاء،برقم 2399،وحسنه الألباني في صحيح سنن الترمذي، 2/565،وفي سلسلة الأحاديث الصحيحة، برقم 2280 . ؛( ) تحفة الأحوذي للمباركفوري، 7/80 .
“Mukmin laki maupun perempuan tidak akan terlepas dari ujian, cobaan dan fitnah (dalam kehidupannya) baik yang menimpa pada dirinya, anak nya dan hartanya, sampai benar-benar dia menjumpai Allah (di akhirat) tak lagi membawa satu dosa atau kesalahan pun”. Hadits ini dihasankankan oleh Syaikh al Albani rahimahullah dalam shahih sunan at Tirmidzi, 2/565, Silsilah hadits shahihah no 2280, Tuhfatul Ahwadzi al Mubaraokfuri, 7/80.……
ini artinya bahwa ujian, cobaan dan fitnah itu, Allah timpakan pada hamba Nya untuk kifarat (menghapus) dosa-dosa hamba… disamping pahala besar bagi yang bersabar atasnya..
Dari Suhaib RA bahwa Rasulullah shallallahu `alihi wasllam bersabda:
عن صهيب رضي الله عنه قال: قال رسول اللَّه صلى الله عليه وسلم : عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.( ) مسلم، كتاب الزهد والرقائق، باب المؤمن أمره كله خير، برقم 2999 .
Sungguh ajaib urusan seorang mukmin, sungguh seluruh urusannya mengandung kebaikan. Dan yg demikian ini tidak ada pada manusia lain kecuali bagi mukmin saja. Apabila ia ditimpa kelapangan ia pun bersyukur, dan itu baik baginya. Dan apabila ditimpa kesempitan (kesusahan) ia pun sabar, dan ini baik baginya.
عن أبي سعيد وأبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ( ) وَلَا وَصَبٍ( ) وَلَا هَمٍّ، وَلَا حُزْنٍ، وَلَا أَذًى، وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ.( ) متفق عليه: البخاري، كتاب المرض، باب ما جاء في كفارة المرض، برقم 5641، 5642، ومسلم، كتاب البر والصلة، باب ثواب المؤمن فيما يصيبه، برقم 2573 .
Dari Abi Sa`id dan Abu Hurairah dari Nabi shallalhu `alaihi wasallam:
Tak ada satupun musibah yg menimpa seorang muslim, juga kelelahan, sakit, kesedihan dan kegalauan, juga gangguan… sampai sampai duri yg menusuknya, melainkan Allah menghapuskan dari kesalahan-kesalahannya. Muttafaq `alaih. Al Bukhari dalam kitab al maradh, no 5641 dan 5642, Muslim dalam kitab al Birr wash shilah
عن عبد اللَّه بن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول اللَّه صلى الله عليه وسلم: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا.( ) متفق عليه: البخاري، كتاب المرض، باب شدة المرض، برقم 5647، 5648، ومسلم، كتاب البر والصلة، باب ثواب المؤمن فيما يصيبه، برقم 2571 .
Dari Abdullah ibnu Mas`ud radliyallahu `anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Tak seorang muslim pun yang ditimpa musibah gangguan berupa sakit dan yang selain nya, kecuali Allah menghapuskan sayyi`ahnya seperti halnya sebuah pohon yang merontokkan daun-daunnya (seperti pada musim gugur)
عن أنس يرفعه: إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلاَءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ.( ) الترمذي، كتاب الزهد، باب ما جاء في الصبر على البلاء، برقم 2396، وابن ماجه، كتاب الفتن، باب الصبر على البلاء،رقم 4031،وحسنه الألباني في صحيح سنن الترمذي،2/564، وفي صحيح سنن ابن ماجه، 3/320،وفي سلسلة الأحاديث الصحيحة، برقم 146
Dari Anas bin Malik radliyallahu `anhu (marfu`) : Sesungguhnya besarnya balasan (dari amal) itu tergantung dari besarnya ujian. Sungguh Allah apabila mencintai saru kaum, Dia pun memberi ujian kpd mereka. Maka, siapa yang ridlo baginya pun ridlo, dan siapa yang murka maka murkan pula Allah padanya.
عن مصعب بن سعد عن أبيه رضي الله عنه قال: قلت: يا رسول اللَّه، أي الناس أشدُّ بلاءً ؟ قال:{الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ، فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا، اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَمَا يَبْرَحُ البَلاَءُ بِالعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ}.( ) الترمذي، كتاب الزهد، باب ما جاء في الصبر على البلاء، برقم 2398، وابن ماجه في كتاب الفتن، باب الصبر على البلاء، برقم 4023، وقال الألباني في صحيح سنن الترمذي، 2/565، وفي صحيح سنن ابن ماجه، 3/318، وفي سلسلة الأحاديث الصحيحة، برقم 143، 2280: حسن صحيح».
Dari Mus`ab bin Sa`id dari ayahnya, radliyallahu `anhu berkata: Aku berkata, ya Raslullah jenis manusia manakah yang paling berat (keras) ujiannya ? Nabi menjawab: (yaitu) Para Nabi, kemudian dibawahnya lagi, di bawahnya lagi, Maka setap orang diuji sesuai dengan (kwalitas) agamanya. Maka apabila agamanya baik (kuat), maka ujiannya pun lebih berat, dan apabila agamanya tipis maka akan diuji sesuai dengan (kwalitas) agamanya…. Dengan demikian ujian yg menyertai hamba akan terus ada sampai-sampai hamba nanti berjalan di muka bumi tdak membawa lagi kesalahan karena dosanya…

Jumat, 16 Oktober 2015

Peran Lawrence Hingga Lahirnya Arab Saudi



PADA 1910, Tom lulus dengan nilai memuaskan dari Jesus College. Ia belajar sejarah dan agama di perguruan tinggi yang dinaungi Universitas Oxford di Inggris itu. Tesisnya berjudul The Influence of the Crusades on European Military Architecture to the End of the 12th Century menunjukkan betapa Tom menyukai topik perang salib yang mempertarungkan dua kubu utama: Kristen dan Islam.
Thomas Edward (T.E.) Lawrence memang dibekali ilmu agama yang cukup kuat. Sejak kecil, Tom sangat aktif dalam berbagai kegiatan religi dan kerap menjadi pengiring mazmur kudus di gereja dekat rumahnya yang kini dikenal dengan nama Gwynedd, Wales, di wilayah Britania Raya.
Siapa sangka, orang British tulen ini nantinya menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Arab dari penguasaan Kesultanan Turki Ottoman. Terlepas dari bagaimana cara dan upaya yang dilakukan Tom alias Lawrence, ia adalah salah satu penyebab utama pecahnya Revolusi Arab yang pada akhirnya berujung pada kemunculan kerajaan Arab Saudi.
Mengakrabi Tanah Arab
Lawrence sudah mengenal Timur Tengah sejak usia 22 tahun. Pada tahun terakhir dekade pertama abad ke-20, ia berlayar ke Beirut yang sekarang menjadi ibukota Libanon. Lawrence menguasai berbagai bahasa asing, termasuk Prancis, Jerman, Latin, Yunani, Arab, Turki, Suriah, dan masih banyak lagi, yang membuatnya cukup mudah diterima di berbagai negeri yang dikunjunginya.
Sebagai lulusan sejarah, Lawrence mula-mula bekerja sebagai arkeolog di beberapa negara di kawasan Timur-Tengah hingga Afrika Utara. Dilibatkan oleh para ahli dari British Museum, ia beberapa kali terlibat proyek penggalian benda-benda bersejarah di Suriah, juga di Mesir, sampai mendekati 1914.
Perang Dunia I yang dimulai sejak 28 Juli 1914 menyeret Lawrence ke persoalan yang lebih serius. Sebelum perang meletus, ia diminta militer Inggris dari Imperium Britania untuk melakukan observasi di Gurun Negev (Najib). Padang pasir di wilayah Israel dan Palestina itu memang merupakan jalur strategis, dan segala informasi tentangnya akan sangat berguna bagi Inggris.
Gurun Negev menjadi akses utama tentara Turki Ottoman jika hendak melakukan serangan. Kekhalifahan Turki Ottoman adalah penakluk jazirah Arab saat itu. Hampir semua wilayah di Timur Tengah berada di bawah penguasaannya, dan Inggris atau Britania Raya tentunya punya kepentingan di situ, selain keterlibatannya di Perang Dunia I.
Tanah Arab waktu itu masih dihuni oleh klan-klan yang justru saling berperang satu sama lain. Yang terbesar adalah Bani Hasyim yang juga klan sang Nabi Muhammad. Klan Hasyim ini menjadi penguasa di Mekkah dan Madinah (atau Hejaz). Sedangkan Klan Saud atau Bani Saud berkuasa di Najd, yang masih berada di kawasan Arab Saudi sekarang.
Memuluskan Ambisi Barat
Bagi Inggris, Bani Hasyim yang memimpin Hejaz sangat penting. Dalam situasi krusial Perang Dunia I, penguasa Hejaz adalah Sharif Hussein yang diangkat sebagai Emir (atau Gubernur) Mekkah oleh Turki pada 1909. Tanpa campur tangan Inggris sekali pun, kerajaan-kerjaan di jaziarah Arab sebenarnya sudah mulai tidak nyaman dengan status mereka sebagai bawahan Kekhalifahan Ottoman di Turki.
Salah satu penyebabnya adalah kemunduran Ottoman yang dianggap dipicu oleh penetrasi kebudayaan modern. Terkepung oleh kemajuan Eropa, Ottoman memang mulai menyurut pengasuh dan ketangguhannya. Salah satu usaha untuk memperkuat Ottoman adalah memulai pendekatan modern dalam berbagai bidang, dari pendidikan hingga persenjataan. Inilah yang membuat Ottoman, dipandang dari Arab, menjadi dekaden karena dianggap mulai menjauhi nilai-nilai Islam.
Diperumit oleh kemunculan sentimen nasionalisme Arab, maka cikal bakal perlawanan bangsa Arab kepada Ottoman pun kian tak terbendung. Dan Inggris, sebagai lawan Ottoman di Perang Dunia I, melihat hal itu dengan jeli. Inggris, bersama Prancis, menganggap menghapus pengaruh Turki di jazirah Arab sebagai keniscayaan jika ingin memperluas kekuasaan dan pengaruh di Timur Tengah.
Benih-benih terhadap Turki Ottoman sudah muncul sejak 1915. Pada bulan Maret tahun itu, Sharif Hussein mengirimkan anaknya yang bernama Faisal untuk bergabung dengan Jami’yah Arabiyah Fatat. Ini adalah gerakan di Suriah yang bertujuan menggalang kekuatan untuk melawan pemerintahan Turki Ottoman (Weldon Matthews, Library of Middle East History, Volume 10, 2006:15).
Peluang ini pun tidak disia-siakan oleh Inggris. Diutuslah Lawrence untuk menemui Sharif Hussein. Lewat Lawrence, Inggris menjanjikan sebagian besar wilayah Arab akan menjadi milik Sharif Hussein jika ia segera mengumumkan perlawanan terhadap Turki Ottoman. Inggris juga siap membantu dana perang dan persenjataan lengkap (Pascal Menoret, The Saudi Enigma: A History, 2005:81).
Tapi, Inggris rupanya sudah menyiapkan strategi lain. Iming-iming untuk Sharif Hussein itu sebenarnya cuma akal bulus belaka supaya Inggris memperoleh tambahan kekuatan untuk melawan Turki Ottoman.
Tanpa sepengetahuan Sharif Hussein, Inggris pada 1916 itu juga meneken Perjanjian Sikes Piccot dengan Prancis. Isinya, wilayah Arab nanti akan dibagi dua. Inggris mendapatkan Irak, Yordania, Haifa (Israel), dan sekitarnya, sementara Prancis diberi Suriah dan Libanon. Adapun sebagian besar wilayah Palestina akan berada dalam kontrol bersama (Gordon Martel, A Companion to International History, 2008:134).
Selain itu, Inggris juga menandatangani Perjanjian Balfour yang isinya memberikan hak kepadaYahudi internasional untuk mendirikan negara zionis di Palestina jika Turki Ottoman sudah dikalahkan. Hal ini diberikan Inggris karena kaum zionis berhasil membujuk Amerika Serikat membantu Sekutu melawan kubu Jerman di Perang Dunia I.
Pecah-Belah Timur Tengah
Pada 16 Oktober 1916, Lawrence atas perintah Inggris menemui tiga putra Sharif Hussein yaitu Ali, Abdullah, dan Faisal. Lawrence berusaha mendekati secara personal anak-anak sang emir, terutama Faisal, yang dinilai sebagai calon terbaik untuk memimpin Revolusi Arab.
Di sinilah peran krusial Lawrence bermain. Ia benar-benar membaur dengan kehidupan orang Arab agar bisa menarik hati Faisal dan saudara-saudaranya. Lawrence mempelajari Islam, sering menghadiri majelis kajian agama, dan menerapkan tradisi muslim seperti berpakaian Arab atau mengucapkan salam (Claire Chambers, Britain Through Muslim Eyes, 2015).
Lawrence pun akhirnya terlibat dalam banyak insiden melawan Turki Ottoman yang terjadi berbagai tempat. Ia menjadi penasihat militer kepercayaan Faisal. Pengaruh Lawrence amat strategis sehingga orang-orang Arab segan dan mendengar saran-sarannya dengan penuh kepercayaan.
Dibantu persenjataan oleh Inggris, dan dikawani oleh Lawrence, militer Hejaz memperoleh rentetan kemenangan atas Turki Ottoman dalam peperangan sepanjang tahun 1916-1918. Peran Lawrence tidak hanya di Mekkah atau Madinah saja, ia juga menjadi aktor kemenangan di berbagai tempat lain, termasuk Suriah dan Mesir. Salah satunya adalah Pertempuran Damsyiq yang berhasil merebut Damaskus dari penguasaan Turki Ottoman.
Lawrence pula yang dengan cerdiknya mengusulkan agar orang Turki dibiarkan melakukan pengepungan Medinah agar militer Arab bisa merusak jalur kereta api yang menghubungkan Turki dengan Hejaz. Jalur yang dibangun untuk memudahkan, terutama, perjalanan haji dari Turki ini sangat strategis karena menjadi alat transportasi logistik tentara Turki. Begitu jalur kereta bisa dirusak dan diganggu, kekuatan Turki pun pelan-pelan merosot.
Seluruh pasukan Turki Ottoman akhirnya berhasil dipukul mundur pada 27 September 1918. Itu berarti, misi Inggris (bersama Prancis) untuk menguasai Jazirah Arab hampir pasti tercapai, berkat andil besar Lawrence, yang segera pulang ke Inggris setelah tugasnya selesai.
Sharif Hussein akhirnya berkuasa penuh di Hejaz dan tidak lagi menjadi bawahan Turki. Setelah meninggal pada 1924, ia digantikan oleh anak tertuanya, Pangeran Ali. Sedangkan Pangeran Faisal menjadi penguasa di Irak dan Suriah (dikenal dengan nama Faisal I of Iraqi) dan anaknya yang lain, Pangeran Abdullah, menjadi penguasa di Jordan (terkenal dengan nama Abdullah I of Jordan).
Namun kekuasaan klan tersebut mulai diganggu oleh Bani Saud yang berkuasa di Nejd. Bani Saud yang sempat berkuasa di Hejaz sejak abad-17. Bani Saud mengincar kekuasaan Hussein Ali di Hejaz dan, lagi-lagi, mereka mendapatkan bantuan Inggris.
Ia memulai kampanyenya dengan menaklukkan Riyadh. Pada 1926, di bawah kepemimpinan Abdul Azis, Bani Saud kembali menguasai Hejaz. Keturunan Sharif Hussein pun tersingkir dari Mekkah dan Madinah.
Abdul Azis inilah yang kemudian mendeklarasikan nama Arab Saudi sebagai nama kerajaan yang merupakan gabungan Hejaz dan Najd. Abdul Azis menjadi raja Arab Saudi yang pertama. Raja Salman yang akan berkunjung ke Indonesia adalah raja ketujuh Arab Saudi.
Lalu, apa kabar Lawrence? Setelah pulang ke Eropa pada akhir 1918, ia membantu Inggris dan Prancis dalam hal diplomasi dengan bangsa Arab. Ia juga sempat kembali bertugas di ketentaraan, termasuk sebagai intelijen, selama beberapa tahun sebelum tewas dalam kecelakaan motor di dekat kediamannya di Inggris pada 19 Mei 1935.[] sumber: tirto.co.id
Report a problem

Senin, 28 September 2015

Jumat, 04 September 2015

Waktu Laksana Pedang

 Benarlah kata orang, waktu laksana pedang. Jika kita tidak mampu memanfaatkannnya, waktu sendiri yang akan menebas kita. Semangatlah dalam memanfaatkan waktu luang Anda dalam kebaikan, bukan dalam maksiat. Karena jika kita tidak disibukkan dalam kebaikan, tentu kita akan beralih pada hal-hal yang sia-sia yang tidak ada manfaat.
Tidak Mampu Menghitung Nikmat Allah
Sungguh telah banyak nikmat yang telah dianugerahkan Allah Ta’ala kepada kita. Jika kita mencoba untuk menghitung nikmat tersebut niscaya kita tidak akan mampu untuk menghitungnya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah).” (QS Ibrahim [14] : 34)
Dalam Taisir Al Karimir Rahman, Syaikh As Sa’di mengatakan, “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya” maka lebih-lebih lagi untuk mensyukuri nikmat tersebut. “Sungguh manusia benar-benar zholim dan kufur”. Itulah tabiat manusia di mana : (1) dia zholim dengan melakukan maksiat, (2) kurang dalam menunaikan hak Rabbnya, dan (3) kufur terhadap nikmat Allah Ta’ala. Dia tidak mensyukurinya, tidak pula mengakui nikmat tersebut kecuali bagi siapa yang diberi hidayah oleh Allah untuk mensyukuri nikmat tersebut dan mengakui hak Rabbnya serta menegakkan hak tersebut.”
Kenikmatan yang Terlupakan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kita bahwa waktu luang merupakan salah satu di antara dua kenikmatan yang telah diberikan All ah Ta’ala kepada manusia. Tetapi sangat disayangkan, banyak di antara manusia yang melupakan hal ini dan terlena dengannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (Muttafaqun ‘alaih)
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari membawakan perkataan Ibnu Baththol. Beliau mengatakan,”Makna hadits ini adalah bahwa seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang mendapatkan seperti ini, maka bersemangatlah agar tidak tertipu dengan lalai dari bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan oleh-Nya. Di antara bentuk syukur adalah melakukan ketaatan dan menjauhi larangan. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, dialah yang tertipu.”
Ibnul Jauzi dalam kitab yang sama mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun dia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dalam aktivitas dunia. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun dia dalam keadaan sakit. Apabila tergabung kedua nikmat ini, maka akan datang rasa malas untuk melakukan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).
Itulah manusia. Banyak yang telah terbuai dengan kenikmatan ini. Padahal setiap nikmat yang telah Allah berikan akan ditanyakan. Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanya tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan di dunia itu)”. (QS At Takaatsur [102] : 8)
Waktu yang Telah Berlalu Tak Mungkin Kembali Lagi
Penyesalan terhadap waktu yang telah berlalu adalah penyesalan yang tinggal penyesalan. Ingatlah, waktu yang sudah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi.
الوقت أنفاس لا تعود
“Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.”
Syaikh ‘Abdul Malik Al Qosim berkata, “Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia
benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.” (Liha
t risalah “Al Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3)
Hendaknya kita sadar bahwa waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi seorang hamba. Sungguh disayangkan jika waktu belalu begitu saja tanpa digunakan untuk melakukan ketaatan dan beribadah kepada Allah Ta’ala yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita.
Waktu Laksana Pedang
Jika kita tidak pandai menggunakan pedang, niscaya pedang tersebut akan menebas diri kita sendiri. Demikian juga waktu yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala. Jika kita tidak mampu memanfaatkannya untuk berbuat ketaatan kepada-Nya, niscaya waktu akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.
Dalam kitab Al Jawaabul Kaafi karya Ibnul Qayyim disebutkan bahwa Imam Syafi’i pernah mendapatkan pelajaran dari orang sufi. Inti nasehat tersebut terdiri dari dua penggalan kalimat berikut:
الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل
“Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”
Saudaraku, senantiasalah engkau meminta pada Allah kebaikan pada hari ini dan hari besok karena hanya orang yang mendapatkan taufik dan pertolongan Allah Ta’ala yang dapat selamat dari tebasan pedang waktu.
Ibnu Mas’ud berkata,
ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.
“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”
Al Hasan Al Bashri berkata,
ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺔ ﺇﻋﺮﺍﺽ ﺍﷲ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺃﻥ ﳚﻌﻞ ﺷﻐﻠﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ ﺧﺬﻻﻧﺎﹰ ﻣﻦ ﺍﷲ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ
“Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya.”

Semoga dengan nasehat sederhana ini membuat kita semakin sadar akan memanfaatkan waktu dalam kebaikan. Wallahu waliyyut taufiq.

Balqis Humaira EDISI 9 FEBRUARY 2026

  Lo pasti setuju bahwa ​Musuh paling berbahaya itu bukan yang menodongkan pistol di depan muka lo. ​Musuh paling berbahaya adalah orang yan...