berbagi...itulah yang akan menjadi titik singgung antara kita...kita bisa akrab bahkan saling memusuhi, sebab tidak semua berbagi akan menjadikan pihak-pihak tertentu menjadi kawan.
Jumat, 06 Februari 2015
PERAMPOK CERDAS
Perampok berteriak kepada semua orang di bank :
” Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda ..”
Semua orang di bank kemudian tiarap.
Hal ini disebut “Mind changing concept – merubah cara berpikir“.
Semua orang berhasil merubah cara berpikir dari cara yang bisa menjadi cara yang kreatif.
Salah satu nasabah yang sexy mencoba merayu perampok. Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak, ” Yang sopan mbak! Ini perampokan bukan perkosaan!”
Hal ini disebut ” Being professional – bertindak professional“. Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.
Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang lulusan MBA dari universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD ” Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita”.
Perampok tua menjawab. ” Dasar bodoh, Uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok.”
Hal ini disebut “Experience – Pengalaman“. Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas dari universitas.
Sementara di bank yang dirampok, si manajer berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, ” Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 milliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok.”
Hal ini disebut “Swim with the tide – ikuti arus“. Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.
Kemudian kepala cabangnya berkata,” Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan.”
Hal ini disebut “Killing boredom – menghilangkan kebosanan“. Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan Anda.
Keesokan harinya berita di TV melaporkan uang 100 milliar dirampok dari bank. Perampok menghitung uang hasil perampokan dan perampok sangat murka. “Kita susah payah merampok cuma dapat 20 milliar,orang bank tanpa usaha dapat 80 milliar. Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya.”
Hal ini disebut sebagai “Knowledge is worth as much as gold – pengetahuan lebih berharga daripada emas“.
Dan di tempat lain manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia karena mendapat keuntungan dari perampokan yang dilakukan orang lain.
Hal ini disebut sebagai “seizing opportunity – berani mengambil risiko“.
Selamat mencermati kisah diatas. Meski mengandung humor namun ada point-point yang bisa kita tangkap dari humor bisnis di atas...
Apakah anda bisa melihat, mengapa bangsa ini selalu ada keributan ?
Kisah Perampokan diatas, adalah representing segala sesuatu yg terjadi di Negara ini.
Ukhuwah
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
"Sesungguhnya di antara hamba-hamba ALLAH terdapat orang-orang yang bukan Nabi, dan bukan pula Syuhada, tetapi para nabi dan syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan ALLAH kepada mereka"
"Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka?" ujar sahabat: "Agar kami bisa turut mencintai mereka."
Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab :
"Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena ALLAH tanpa ada hubungan keluarga dan nasab di antara mereka. Demi ALLAH, wajah-wajah mereka pada hari itu bersinar bagaikan cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih"
(HR. Abu Dawud)
Saudaraku semoga ukhuwah kita yang terjalin dilandasi oleh kasih sayang dan saling mencintai karena Allah dan Semoga Allah selalu memberkahi langkah kita....
Aamiin...
RENUNGAN
Kalau di masa lalu kita belajar WAKTU adalah UANG, Mulai saat ini kita belajar :
"WAKTU adalah NAFAS "
"WAKTU adàlah IBADAH".
WAKTU adalah NAFAS yang setelah terlewat tidak akan bisa kembali…
WAKTU adalah IBADAH karena setiap detik harus bernilai ibadah, apa pun aktivitasnya...
Manusia sesungguhnya hanya PENGENDARA diatas punggung usianya.
Digulung hari demi hari,
bulan & tahun tanpa terasa.
Nafas kita terus berjalan seiring jalannya WAKTU, setia menuntun kita ke pintu KEMATIAN.
Sesungguhnya DUNIA lah yang makin kita JAUHI dan LIANG KUBUR lah yang makin kita DEKATI.
1 Hari berlalu, berarti 1 Hari pula berkurang usia kita.
1 Hari berlalu, berarti 1 Hari pula semakin jauh dari dunia.
1 Hari berlalu, berarti 1 Hari pula semakin dekat dengan kubur.
Umur kita yg tersisa dihari ini sungguh tak ternilai harganya,
Sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita.
Karena itu, "Jangan biarkan HARI INI berlalu tanpa KEBAIKAN yang bisa kita LAKUKAN",
JANGAN TERTIPU dengan USIA MUDA, karena SYARAT untuk MATI tidaklah harus TUA.
JANGAN terperdaya dengan badan sehat, karena SYARAT MATI tidak pula harus SAKIT.
TERUSLAH
Berbuat baik…
Berkata baik…
WALAU tak banyak orang yang mengenali kebaikan kita, tapi KEBAIKAN yang kita lakukan adalah KEBAHAGIAAN dimana perbuatan BAIK kita Insya Allah akan terus dikenang oleh mereka yang kelak kita tinggalkan.
Jadilah seperti AKAR yang TIDAK TERLIHAT, tapi tetap MENYOKONG KEHIDUPAN;
Jadilah seperti JANTUNG yang TIDAK TERLIHAT, tapi terus BERDENYUT setiap saat TANPA HENTI...
Hingga membuat kita TERUS HIDUP, sampai BATAS WAKTUNYA untuk BERHENTI..
Rabu, 04 Februari 2015
HIKMAH
Dulu,
Aku sangat kagum pada orang cerdas, kaya, dan yang berhasil dalam karir. Hidup sukses dan hebat dalam dunianya.
•••
Sekarang,
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku. Aku kagum dengan orang yang hebat di mata Allah. Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan bersahaja.
•••
Dulu,
Aku memilih marah ketika merasa harga diriku dijatuhkan oleh orang lain yang berlaku kasar padaku kan menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.
•••
Sekarang,
Aku memilih untuk banyak bersabar & memaafkan. Karena Aku yakin ada hikmah lain yang datang dari mereka ketika aku mampu memaafkan dan bersabar.
•••
Dulu,
Aku memilih mengejar dunia dan memupuk harta. Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah makan dan minum untuk hari ini.
•••
Sekarang,
Aku memilih bersyukur dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan apa yang bisa aku lakukan dan bermanfaat untuk Agama dan sesamaku.
•••
Dulu,
Aku berfikir bahwa aku bisa membahagiakan orang tua, saudara dan teman-temanku jika aku berhasil dengan duniaku.
•••
Sekarang,
aku memilih unyuk membuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku. Ternyata yang membuat mereka bahagia bukan itu, melainkan ucapan, sikap, tingkah dan sapaanku kepada mereka.
•••
Dulu,
fokus pikiranku adalah membuat rencana-rencana dahsyat untuk duniaku. Ternyata aku menjumpai teman-teman dan saudaraku begitu cepat menghadap kepada-Nya.
•••
Sekarang,
yang menjadi fokus pikiran dan rencanaku adalah bagaimana agar hidupku dapat diridhai oleh Allah dan sesama jika suatu saat diriku dipanggil oleh-Nya.
•••
"Tak ada yang bisa memberikan JAMINAN bahwa aku, engkau dan kita semua bisa MENGHIRUP NAFAS ESOK hari. Jadi apabila hari ini dan hari esok aku, engkau dan kita semua masih hidup, itu adalah karena kehendak-NYA semata."
Selasa, 03 Februari 2015
RUH NABI
AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ MENCERITAKAN KISAH SYAHIDNYA SAYYIDINA DJA'FAR BIN ABI THALIB.
Perhatikanlah perjuangan Sayyidina Dja’far bin Abi Thalib, ketika tangan kanannya putus, ia genggam bendera perang di tangan kirinya dan ketika tangan kirinya putus, ia rangkul bendera itu dengan kedua lengannya.
Ia tidak rela melihat bendera Nabi Muhammad Saw jatuh. Ia terluka dengan 90 tusukan di bagian depan tubuhnya. Semua luka itu ada di bagian depan tubuhnya. Mengapa? Karena beliau maju terus pantang mundur...!!!
Para sahabat memikul tubuhnya yang penuh luka itu.
“Minumlah air ini,” kata seorang sahabat.
“Aku puasa,” jawabnya lemah.
Padahal saat itu cuaca sangat panas, dimedan jihad, dalam kancah peperangan.
“Berbukalah hari ini dan berpuasalah di hari lain, lukamu sangat parah,” bujuk sahabat-sahabatnya, namun beliau tetap menolak untuk membatalkan puasanya dimedan perang. Dan berkata :
“Aku ingin berbuka di Surga.”
Dan akhirnya Sayyidina Dja'far gugur, beliau pun akhirnya berbuka di Surga.
Rasulullah Saw yang saat itu sedang duduk bersama para sahabat di Madinah tiba-tiba menengadahkan wajahnya ke langit dan menjawab salam :
وَعَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Semoga keselamatan, Rahmat Allah dan barokah-Nya juga menyertaimu. Beliau kemudian terlibat dalam pembicaraan. Para sahabat yang menyaksikan peristiwa itu terdiam, menundukkan kepala. Salah seorang dari mereka kemudian bertanya,
“Ya Rasulullah, siapakah yang engkau ajak bicara?”.
“Dja’far bin Abi Thalib datang mengunjungiku bersama jutaan Malaikat...Allah Swt mengganti kedua tangannya dengan dua Sayap dan ia dapat terbang di Surga, kemana pun ia suka,” jawab Rasulullah Saw.
Perhatikanlah, Allah telah memerintahkan para Malaikat untuk mengawalnya ke Surga, namun ia tetap merindukan Nabinya. Ia ingin menemuinya lebih dahulu. Surga dan segala kenikmatannya tidak melalaikannya dari Nabi kecintaannya.
“Aku ingin mengucapkan salam kepada kekasihku, aku ingin berada dekat dengan Nabiku, aku ingin melihat Rasul-Mu yang melaluinya aku memperoleh hidayah,” kata Sayyidina Dja’far.
Ruhnya datang ke Madinah mengunjungi Nabi Saw dan mengucapkan salam kepada beliau. Sebab, memandang wajah Nabi Saw dapat membuat hatinya menjadi tentram.
Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim
Wiro Sableng #6 : Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
SAMPAI menjelang tengah malam pesta perkawinan puteri Ki Lurah Rantas Madan dengan putera Ki Lurah Jambar Wulung masih kelihatan meriah. Tamu-tamu duduk di kursi masing-masing sambil menikmati hidangan dan minuman yang diantar para pelayan serta sambil menikmati permainan gamelan dan suara pesinden Nit Upit Warda yang lembut mengalun membawakan tembang "Kembang Kacang."
Kedua mempelai yang berbahagia yaitu Ning Leswani dan Rana Wulung kelihatan duduk diantara para tamu dibarisan kursi paling depan, tepat dimuka panggung. Ki Lurah Rantas Madan duduk di samping Rana Wulung bersama istrinya sedang Ki Lurah Jambar Wulung di sebelah Ning Leswani juga bersama istrinya.
Karena masing-masing mempelai yang kawin adalah anak-anak lurah dari dua desa yang berdekatan maka dengan sendirinya suasana perkawinan meriah dan besar-besaran. Malam itu adalah malam pesta perkawinan yang pertama dan besok lusa akan dilanjutkan dengan pesta perkawinan yang kedua dan ketiga.
Pada menjelang dinihari di mana udara dinginnya mencucuk tulang-tulang sampai ke sungsum, tamu-tamu sudah banyak yang pulang.
Beberapa orang yang masih disana sudah mengantuk bahkan banyak yang tertidur seenaknya di kursi. Para pemain gamelan di bawah pimpinan Ageng Comal tak ketinggalan ketularan kantuk
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #6 : Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Mbah Min
Kami biasa memanggilnya Mbah Min, dia tinggal di sebelah rumahku yang berbatasan dengan sungai kecil. Dia tinggal sendirian di rumah yang berdindingkan bilik dan beratapkan rumbia. Sampai sekarang saya sendiri tidak tahu asal usul keluarganya dan tidak berani menanyakannya karena khawatir akan menyinggung hatinya.
Tapi bagi keluarga saya, Mbah Min sudah dianggap seperti keluarga sendiri karena mau membantu menjaga pemakaman keluarga besarku tanpa mengharapkan bayaran sedikit pun. Pekerjaan rutinnya membersihkan rumput di areal pemakaman pada pagi hari, dan rumput-rumput itu dikumpulkan untuk dijual ke peternak sapi di kampungku.
Bagi saya sendiri ada keasyikan tersendiri bila bermain ke rumahnya dan tidak peduli dengan omongan tetangga yang menganggap Mbak Min itu, orang tidak waras karena terkadang berbicara sendiri dengan pohon.
Saat dirinya berbicara dengan pohon itu seolah-olah sedang berhadapan dengan kekasih tercintanya dan terkadang mengelus-ngelusnya. Terkadang dia juga menangis tersedu-sedu saat ada pohon yang ditebang oleh warga, seperti dia tidak mau kehilangan kekasih tercintanya itu.
Bahkan ada juga omongan tetangga yang usil yang menyebutkan bahwa Mbah Min itu penyembah pohon.
Setiap k
... baca selengkapnya di Mbah Min Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Balqis Humaira EDISI 9 FEBRUARY 2026
Lo pasti setuju bahwa Musuh paling berbahaya itu bukan yang menodongkan pistol di depan muka lo. Musuh paling berbahaya adalah orang yan...
-
Lo pasti setuju bahwa Musuh paling berbahaya itu bukan yang menodongkan pistol di depan muka lo. Musuh paling berbahaya adalah orang yan...
-
Video-Video Smarthome https://youtu.be/edoOSR8kbe4 https://youtu.be/edoOSR8kbe4 Penerapan Internet Of Things https://youtu.be/edoOSR8kbe4 M...
-
…Negara ini bukan lagi salah urus, tapi salah niat. Karena gini ya. Ini bukan lagi soal angka. Ini soal urutan nilai hidup. Ini soal apa y...