Sabtu, 06 Mei 2017

ISLAM RADIKAL IS RIDICULE SPECULATION

"Selamat ya ditt, jagoan loe menang (maksudny pak anies)"
"Alhamdulillah"
"Wah jakarta bakal jd kota khalifah nih"
"Khilafah kaliiii..."
"Eeh iya itu, bakal dikuasai sama orang2 radikal deh"
Disini saya ga menjawab..saya tahu sahabat saya ini kalo debat harus dikasi contoh bukan sekedar pernyataan aja"
"Hmm..kalo mas D dapat tawaran kerja di Brunei di Malaysia atau Qatar atau Bahrain? Terima ga?"
"Ya maulaaah...enak banget itu negara. Negara2 kaya..gajiny gede, fasilitas negarany gratis, negarany jg aman, raja sama sultanny perhatian banget sama rakyatny..apalagi sultan bolkiah..beeuhh kereeeen "
"Naah..semuany negara2 khilafah tuuh Kecuali malaysia yg walaupun bukan negara khilafah tapi landasan negarany berdasarkan islam..radikal ga mereka? Pernah ada berita sekolah atau rumah sakit dibom sm gerombolan separatis atau orang2 non muslim diculikin trs dibantai spt beberapa biksu2 di myanmar menculik &membantai orang2 muslim.
Di Malaysia sm Brunei orang2 cina masih banyak yg pake nama asli mereka yg terdiri dari 3 kata dan mereka nyantai2 aja tuh usaha buka toko atau restoran..
Bandingin sama di Cina deh..muslim2 Uighur dilarang lho memberi nama2 islam untuk anak2 mereka"
Negara atau kota khilafah itu mengatur kehidupan wargany yg muslim sesuai Al Quran tapi untuk yg non islam ya ga diberlakukan aturan itu...
Sy pernah 2 thn tugas di aceh..waktu itu belum berhijab..saat ada razia WH, dilihat ktp..sy yg muslim ya kena hukuman karena ga berhijab..dibawa ke kantor WH, tanda tangan perjanjian untuk ga mengulang dan dipakein jilban di tempat. Tp teman sy yg non muslim aturan tsb ga berlaku...teman saya dilepas ga dibawa ke kantor WH. Karena aturan berhijab hanya untuk muslimah yang sudaj baliq bukan untuk penganut agama selain islam..dan ini yg sering dipelintir kaum liberalis jongoistis..
Dimalaysia ada tempat untuk bermaksiat di Genting Highland..mau judi sampe tinggal kolor silakan..tapiii ya untuk yg non muslim..dan restricted area untuk yang muslim.
Ini serius karena ada pemeriksaan ID dan pasport...
Di Saudi ada wilayah yang disebut Little Amerika didaerah riyadh. Disitu ada bar, bengkel harley davidson,resto non halal tapi semuany khusus untuk orang2 nonmuslim..dan terlarang untuk muslim, muslim mau bandel minum di bar? Ya silakan aja siyap2 diciduk lalu dikenai hukum islam.
Walaupun saya sendiri ga yakin kalo jakarta akan jd kota khilafah mengingat banyakny aliran islam di Indonesia yg belum tentu semua setuju...
Tapi saya katakan ke sahabat saya...
Muslim ga akan ganggu gugat atau melarang apa yg menjadi hak saudara2ny yg non muslim..seperti Malaysia yg merayakan enam perayaan keagamaan salah satuny deepavali (maaf kalo salah tulis) secara meriah..
Ga pernah ada cerita negara khilafah membatasi gerak warga non muslim.
Sejauh sama2 saling menghormati dan mengikuti apa yang sudah menjadi peraturan dan undang2 di negara tsb..
Teman saya diam...ga balas. Ga lama...
"Soalny yg gw denger tuh yg serem2 gitu ditt...khilafah itu radikal"
"Yaudah..ini kan gw ceritain yg versi ga serem..versi damai itu indah..."
Dan kami pun pasang emo ngakak bareng2..
Semoga kawan2 yg Islamphobia, atau yg khawatir akan Islam garis keras atau radikal membaca cerita saya dan bisa paham. *Islam itu Indah, tapi jangan dihina atau dinistakan.* Dan jangan lupa, bukankah sebelum2nya pemimpin Jakarta adalah muslim? Apa ada gerakan2 umat beragama lain yg yg dibatasi? Tidak kan??!!
Malah saat... ah sudahlah, Islam itu indah kok sungguh..

SAYA ANTI DEMOKRASI



SAYA ANTI DEMOKRASI
Oleh: Emha Ainun Nadjib
Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentangUmmat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.
Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.
“Agama” yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.
Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.
Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Qurandan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.
Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur’an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.
Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: “Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis ‘gitu…”
Lho kok Arab bukan etnis? Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.
Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah “Yarim Wadi-sakib…”, itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.
Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap c gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.
“Al-Islamu mahjubun bil-muslimin“. Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri

Tudingan Radikal Vs Revolusi Bunga

Suatu Masa di November 1945...
Adalah Sutomo........
Meneriakkan Takbir....
membakar semangat Rakyat Surabaya untuk melawan Tentara Sekutu yg dimotori Inggris.....
Bahkan....Kaum penjajah yang memusuhi dan ingin menjajah Indonesia lagi itu.... menyebut Sutomo sebagai Extrimis Radikal.
Fotonya Sutomo bahkan dipajang dan dilabeli sebagai Radikal....
Ah....andai masa itu ada Facebook atau media2 spt saat ini.....tentunya rakyat Indonesia berlomba2 melawan opini yg dibentuk oleh musuh2 bangsa Indonesia itu... Bahwa Sutomo bukan Radikal...tapi justru dia pahlawan sejati yg membela kebenaran,bangsa dan negaranya.
Mari kita lompat ke masa2 dibelakangnya lagi.....
Saat Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro mengobarkan semangat Islam Rakyat daerahnya yg berdasarkan alquran dan sunnah untuk melawan penjajah.......
Dan....
Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro pun dilabeli Radikal dan Islam Garis Keras...... Hanya karena mereka membela kebenaran dan berseberangan dengan kepentingan penguasa (baca:penjajah saat itu).
Jadi.....arti Radikal sebenarnya apa??
Adalah hari2 ini...
Ketika Umat Islam menjalankan agama, cara beragama dan kehidupannya sesuai ajaran Islamnya yg berpijak pada alquran dan sunnah.....pun sama....di labeli dengan Radikal......Ya...dilabeli Islam Radikal....
Bahkan...tidak hanya dengan label Radikal... Bahkan labelnya pun di tambahi dengan Intoleransi dan Tidak NKRI dan tidak Bhinneka Tunggal Ika.
Baiklah.....kita masuki bab Pilkada Dulu...
Pilkada DKI yang kebetulan diikuti oleh Ahok yang kebetulan berasal dari Etnis Cina minoritas yg di Jakarta penduduknya Mayoritas Muslim.
Seolah2 dipolarisasikan Bahwa Islam membenci atau memusuhi Ahok.....
Bahwa yang menolak/tidak mau memilih/tidak mau mendukung Ahok dilabeli anti PancaSila.... Intoleransi.... Tidak NKRI... Tidak Bhinneka Tunggal Ika yang mereka alamatkan kepada Islam dengan Gelar Islam Radikal??
Baiklah....kita lompat ke Pulau Bali yang Mayoritas penduduknya Hindu
Nah.....Kalau Ahok yang Etnis China minoritas ini di calonkan jadi Gubernur Bali....Apakah Ahok Cina Minoritas ini bisa jadi Gubernur Bali?? Sementara ada "Kearifan Lokal" yang dalam bahasa Umat Islam adalah ajaran agama, yang mana Gubernur Bali akan di upacarai sesuai adat Bali yang artinya... Gubernur Bali harus orang Hindu.
Jadi.....pada dasarnya yang harus jadi Gubernur Bali syaratnya orang Hindu dan orang Bali. Jadi...kalau misalnya Ahok ternyata lebih hebat dari Calon Gubernur Bali yang ada... Masyarakat Bali akan tetap memilih Gubernurnya yang Orang Bali dan Hindu dan Bukan Ahok yang mungkin lebih hebat dan Minoritas.
Jangankan Ahok.... Muslim yang mayoritas aza di Indoensia..... Belum tentu diterima jadi Gubernur Bali.
Dan umat Islam....tidak bilang kpd Hindu Bali bahwa mereka Anti PancaSila, Anti Bhinneka Tunggal Ika, Intoleransi dan Radikal.
Lantas....apakah pemuja dan pendukung Ahok berani bilang bahwa orang2 Bali intoleransi, anti pancasila, tidak Bhinneka Tunggal Ika dan Radikal??
Karena memang di Bali.... yang mayoritas Hindu.... demikianlah aturannya....
Itulah toleransi yang sebenarnya...menghormati dan menghargai ajaran agama lain dgn tidak lompat pagar.
Nah.....sampai sini.....
Sesungguhnya Ahok Cina Minoritas tidak hanya di tolak di Jakarta yang Mayoritas Islam... tetapi juga di Bali yang Mayoritas Hindu.
Kita lompat ke Papua.... Semenjak otonomi daerah.... ada peraturan bahwa yang menjadi kepala daerah nya adalah orang asli papua.
Nah.....Kalaupun Ahok yang katanya hebat dibawa ke Papua...pasti ditolak juga...alasannya Ahok bukan putra daerah asli....atau bahasanya bukan suku/etnis asli papua...
Lah....jangankan Ahok yang Cina minoritas,bahkan Muslim yang mayoritas di Indonesia...tidak bjsa jadi kepala daerah di Papua ketika Muslim itu bukan suku/etnis asli papua.
Nah.....Berani gak tuh para pendukung dan pemuja Ahok Bilang Papua intoleransi,anti pancasila,anti NKRI,anti Bhinneka Tunggal Ika dan Radikal??
jadi.....Masalahnya bukan Islam Vs Ahok....tetapi di Bali yang bukan Muslim pun sama...tidak bisa menerima Ahok..pun demikian yang Papua yg mayoritas Kristiani yg seagama dengan Ahok....tidak bisa juga Ahok jadi Gubernur/kepala daerah disana karena ada peraturannya.
Dan yang menjadi catatan, ahok jdi Gubernur di jakarta, karna mengisi tempat yg di tinggalkan gubernur yang sebelumnya, bukan karna di pilih warga jakarta
Mari masuk bab selanjutnya....Bab menistakan agama.
Logikanya begini....
Orang tua anda tiba2 di maki2 dan dinistakan oleh seseorang. Tentu anda marah kan dan ingin menjaga kehormatan orangtua anda dan keluarga anda dengan marah atau melawan orang yang memaki/menistakan orang tua anda. Kalau anda anak sholeh dan mencintai orang tua .anda pasti marah ketika ada orang lain menistakan/orang tua anda dan anda ingin membela orang tua anda. Tetapi kalau anda anak durhaka...anda mungkin gak peduli dengan keadaan orang tua anda ketika orang tua anda dihina/dinistakan orang lain.
Nah...yang faham betul bagaimana rasanya ketika orang tua anda dihina/dinistakan tentu saja anda kan? Saya bisa jadi memahami bagaimana perasaan anda ketika orang tua anda dihina/dinistakan... tetapi saya tidak merasakan langsung bagaimana rasanya.. karena itu bukan orang tua saya asli. Apalagi kalau ada orang ketiga misalnya yg tidak kenal dan tidak tau anda....akan lebih2 lagi gak peduli dan gak mau tau bagaimana rasanya ketika orangtua anda dinistakan. Katakanlah orang ketiga ini bilang ke anda, "Ah..lu bego aza..orang tua lu yang dihina/dinistakan,kenapa lu jadi marah dan repot sih?
Nah....ini orang yang gak faham tentang anda..gak akan bisa merasakan bagaimana rasanya ketika orang tua dinistakan dan dihina....eh...malah nge labelin anda Bego dan Radikal lagi.
Nah...kita ganti kata orang tua diatas dengan kata Alquran/agama Islam.
Yang bisa memahami Ahok telah menistakan alquran/agama Islam tentu saja orang2 Islam yg beragama dan menjalankan ajaran agama Islamnya sesuai 2 pondasi dasarnya alquran dan sunnah.
Orang2 Islam yang tidak menjalankan agamanya dan beragamanya sesuai alquran dan sunnah..
bisa jasi tidak merasakan bahwa Ahok telah menistakan alquran/agama Islam.
Nah....apalagi orang2 yang bukan beragama Islam dan tidak mengimani sama sekali alquran dan ajaran Islam...bisa jadi tidak merasakan dan tidak menganggap Ahok menistakan alquran/ajaran Islam,karena mereka bukan beragama Islam yang tidak mengimani alquran.
Seperti si Anak sholeh yang membela kehormatan orang tuanya ketika di nistakan/dihina.... Apakah anak ini pantas dilabeli anak Radikal oleh orang ketiga yang tidak faham dan tidak merasakan bagaimana orang tuanya dihina dan dinistakan.?
Nah....begitu juga skr..... ketika umat Islam membela alquran/agamanya yang dinistakan Ahok....para pemuja dan pendukung Ahok yang tidak mengimani alquran dan ajaran Islam bilang Ahok tidak menistakan agama Islam... Dan... malah para pemuja dan pendukung Ahok bilang bahwa umat Islam yang menjalankan ajaran Islamnya sesuai alquran dan sunnah dan menuntut Ahok atas penistaan yang dilakukan Ahok... melabeli umat Islam ini dengan kata Islam Radikal, Intoleransi, Anti PancaSila, Tidak NKRI, Tidak Bhinneka Tunggal Ika.
Nahhh.....
1. Gak ada hubungannya Cina, Minoritas dengan Kata tidak NKRI, Intoleransi, Radikal, Tidak Bhinneka Tunggal Ika dengan Ajaran/aqidah Islam.
Jangan Benturkan Aqidah Islam dengan kata Radikal, Intoleransi, Gak Bhinneka Tunggal Ika.
2. Issue penistaan agama gak usah dibawa kemana2.... anti PancaSila, Tidak NKRI, Intoleransi, Radikal, Tidak Bhinneka Tunggal Ika. Tegakkan keadilan bagi penista agama. Dan mari rawat NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Toleransi dengan saling menghormati dan menghargai ajaran agama dan keyakinan satu sama lain. Kita pasti hidup damai ketika tidak menistakan agama lain dan tidak lompat pagar.
3. Masalah penistaan agama dan menuntut keadilan bagi penistaan agama. Jangan disambung2kan bahwa Islam membenci Etnis Cina minoritas atau Kaum minoritas di Indonesia....Gak ada hubungannya.....urusan umat Islam hanya pada Ahok yang telah menistakan Alquran/Islam....dan Islam tidak ada urusan dengan kata minoritas dan etnis Cina yang lain. Jadi...jangan pula dibenturkan Islam dengan kata Cina dan Minoritas.
Umat Islam tidak pernah diajarkan membenci atau memusuhi umat agama lain.... malahan... Umat Islam diwajibkan berlaku baik dan adil oleh ajaran Islam.
Perintah Berbuat Baik pada Non Muslim
Allah Ta’ala berfirman,
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8) إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (9)
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)
Buat orang yang tidak mengerti dan tam faham Islam....Jangan pernah bilang umat Islam yang menjalankan perintah agamanya secara sempurna (kaffah) ,demgan sebutan Islam Radikal dan Jangan pula mem-Framing membuat Opini Publik bahwa Muslim yang menjalankan Islam secara Kaffah (sempurna) itu sebagai Muslim yang Radikal, Intoleransi, Anti Pancasila, Tidak NKRI dan Tidak Bhinneka Tunggal Ika..
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
[البقرة/208]
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208].
Karena Islam adalah agama yang semua urusan dari yang paling kecil masuk WC, Makan, Tidur sampai urusan besar bernegara dan berpolitik sudah ada aturannya. Dan Muslim yang baik tinggal mengikuti petunjuk dari 2 pondasi dasar Islamnya yaitu; Alquran dan Sunnah...
Karena Islam...agama yang pegangan aqidah/ajarannya berdasarkan alquran dan sunnah.
Jangan pernah bilang Islam Radikal ketika muslim menjalankan secara sempurna ajaran Alquran dan sunnah nya.
رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ اَمـْرَيـْنِ لَنْ تَضِلُّـوْا مَا تَـمَسَّكْـتُمْ بِـهِمَا: كِـتَابَ اللهِ وَ سُنَّـةَ رَسُوْلـــِهِ. مالك
Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda : “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya”.

Rabu, 19 Oktober 2016

*Obat Stroke* dan angin duduk


Pada suatu ketika dimana Nabi Allah Sulaiman A.S duduk di singgahsananya,
maka datanglah Angin yang cukup besar,
maka bertanya Nabi Allah Sulaiman A.S "siapakah engkau..?"
Maka dijawab oleh Angin tersebut bahwa :
akulah Angin Rihul Ahmar....
dan Aku bila memasuki rongga anak Adam,
maka lumpuh, keluar darah dari Rongga, dan apabila aku memasuki otak anak Adam,
maka menjadi gilalah anak Adam .....
Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman A.S .....
supaya membakar Angin tersebut,
maka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman A.S bahwa
"Aku kekal sampai hari Kiamat tiba,
siapapun tidak ada yg dpt membinasa kan Aku melainkan Allah SWT.......
Lalu Rihul Ahmar pun menghilang......
Diriwayatkan cucu Nabi Muhammad S.A.W. yg terkena Angin Rihul Ahmar .....
Sehingga keluar darah dari rongga hidungnya.......
Maka datang Malaikat Jibril kepada
Nabi Muhammad S.A.W. dan bertanya Nabi kepada Malaikat Jibril.......
Maka menghilang sebentar,
lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan doa Rihul Ahmar kepada Nabi Muhammad S.A.W. .....
kemudian.....
Dibaca doa tersebut kepada cucu nya dan dengan sekejap cucu Rasulullah S.A.W sembuh serta merta.
Lalu bersabda Nabi Muhammad S.A.W. bahwa barang siapa Membaca doa stroke/ Doa Rihul Ahmar walau sekali dalam seumur
hidupnya,
maka akan dijauhkan dari penyakit ANGIN AHMAR atau Stroke
*Doa menjauhkan terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronis*
*اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر*
*Allahumma inni a'uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar*
*Artinya*
*Ya Allah ya Tuhanku lindungi aku dari angin merah & lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat* ....
*Panjangkanlah ke group keluarga sahabat kita yang tersayang...agar kita semua sehat terhindar dari STROKE .........
*aamiin* *yarobbal'alamin* https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/fc/1/16/1f4ff.png📿 https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/f9d/1/16/1f33e.png🌾https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/f19/1/16/1f3b0.png🎰https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/f9d/1/16/1f33e.png🌾https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/fbc/1/16/1f54c.png🕌 https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/f9d/1/16/1f33e.png🌾https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/f9e/1/16/1f4d6.png📖 https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/f1e/1/16/1f33f.png

Senin, 17 Oktober 2016

NAFKAH ORANG TUAMU ADALAH KEWAJIBANMU


Orang tua kita tidak pernah takut miskin,
walaupun Lapar ia tetap memberi nafkah pada anak-anaknya disaat membesarkan kita.
Tetapi anak sering merasa takut kekurangan saat membiayai orang tuanya dimasa tua.
Lihat diri kita saat ini,
Kita telah menjadi orang dewasa,
hebat, kehidupan kita sudah cukup dan sukses,
Usaha apapun bisa lancar berkat pengorbanan dan doa orang tua kita,
tanpa doa restu orang tua yang membesarkan kita
maka tidak akan ada ketenangan, keberkahan ataupun kebahagiaan dalam kehidupan kita.
Uang bisa dicari,
ilmu bisa digali,
jabatan bisa kita raih,
tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan bisa terulang kembali.
Sebagai contoh adalah saya sendiri ;
Ibu-Bapakku telah tiada, tidak akan pernah bisa aku mencari gantinya,
dan yang paling terasa saat aku mendapat Rezeky, aku ingin memberi dan mau menyenangi kedua orang tuaku, namun keduanya telah tiada, hanya air mataku yang tau perasaanku,
yang paling harus aku senangi telah tiada.
Satu ibu dan satu ayah, bisa merawat tujuh anak bahkan 12 anak-anaknya.
Namun tujuh orang anak bahkan 12 anak-anaknya belum tentu bisa merawat dan membahagiakan
satu orang ibu dan satu orang ayah.
Satu ayah,
bisa membiayai 7 anaknya
tapi tujuh orang anak belum tentu dapat membiayai
satu orang ayah dimasa tuanya.
Lupakah engkau yang telah meminum susu dari darah ibumu ?,
Lupakah engkau yang telah memakan biaya dari pengorbanan nyawa ayahmu ?.
Sesekali, tengoklah orang tuamu,
tataplah kedua wajahnya ketika ia terlelap tidur,
lihatlah kerutan di wajah keduanya,
lihatlah rambutnya yang kini telah memutih,
lihatlah badannya, yang dulu tegap kini mulai membungkuk,
Jasad Ibu dan Bapak telah berubah termakan waktu,
tapi kasih sayang terhadap anak-anaknya tidak akan pernah termakan waktu.
Sudahkah kita membuatnya bahagia dihari ini ?,
Dapatkah kita membuatnya bahagia bagaikan Raja ?,
Bisakah seterusnya kita memuliakan keduanya sampai tak terbatas waktu..
Sudahkah kita membuatnya bangga dan tersenyum dihari ini ?
Tidak akan pernah ada jasa dan kebaikan yang sebanding untuk membalas keduanya,
semua kebaikan yang pernah kita terima dari keduanya begitu banyak dan begitu tulus..
Yaa Allah ya Tuhanku,
Hadiahkanlah Kebahagiaan untuk kedua orangtua kami atas segala pengorbanan dan kasih sayang yang telah mereka berikan kepada kami.
Maafkan ..
Ampuni ..
Terimakasih ..
Aku Mencintaimu Ayah, Ibu..
Kasihmu takkan pernah terganti
Hai anak Adam ..., hai anak Ibu dan anak ayah,
tanpa terkecuali mulai hari ini sadarlah.
Bagi yang belum dan susah sadar ingatlah,
HIDUPMU HANYA SATU KALI saja .. ,
Perlakukanlah orang tuamu seperti RAJA, maka hidupmu akan ter anugrah seperti raja...
Bagi yang orang tuanya telah tiada,
Berdo'alah seperti Ucapan yang diperintahkan Allah , katakanlah :
*رب اغفرلي و لوالدي و ارحمهما كما ربياني صغيرا.*

Sudut renungan untuk kita semua.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Cara SKAKMAT Meluruskan Pemikiran LIBERAL


"JANGAN MERASA JADI TUHAN"



(by Hafidz Ary Nurhadi)
Metode penulis dalam meluruskan pemikiran liberal memang luar biasa.
Skakmat.
Seperti jurus Tai Chi, menggunakan amunisi lawan untuk balik menyerang.

Kita Hamba Tuhan, Tugas kita mengikuti apa yang Tuhan Katakan, Kita cuma hamba.
Tuhan bilang, "Agama yang yang diridhai cuma Islam" (QS Ali Imran: 19),
ikutin aja, jangan ente bilang "semua agama sama", emang ente Tuhan?
Allah bilang, "Kafirlah orang yang bilang Allah itu satu dari yang tiga"
(QS Al Maidah: 73), ikutin aja, kita hamba.
Jangan ente malah bilang: "semua agama benar", emang ente Tuhan?
Tuhan bilang, "Amal orang kafir sia-sia"
(QS An-Nur: 39), ikutin aja, kita hamba.
jangan ente malah bilang "yang penting kasih, semua masuk surga", emang ente Tuhan?
Tuhan haramkan pilih pemimpin kafir
(QS Al Maidah: 51), ikutin aja, kita hamba. Jangan terus ente bilang "halal pilih pemimpin kafir", emang ente Tuhan?
Tuhan bilang "Orang munafiq dalam kerak neraka" (QS An-Nisa: 145), ikutin aja, kita hamba.
Jangan ente malah bilang, "gak ada orang yang masuk neraka", emang ente Tuhan?
Sekali lagi... Kita hanya Hamba Tuhan, tugas kita mengikuti apa yang Tuhan katakan.
Baca dan amalkan Al-Qu'ran, Al-Qur'an sudah sempurna, tak perlu meliuk-liuk bermain kata-kata.
Mintalah selalu petunjuk padaNya, agar kita tetap berada di jalan yang lurus.
ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ .
صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا

ٱلضَّآلِّينَ.

Balqis Humaira EDISI 9 FEBRUARY 2026

  Lo pasti setuju bahwa ​Musuh paling berbahaya itu bukan yang menodongkan pistol di depan muka lo. ​Musuh paling berbahaya adalah orang yan...