Rabu, 16 Agustus 2017

KEMERDEKAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945


Foto Najwa Azqia.Foto Najwa Azqia.
25 Januari 1946, majalah TIME menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia dan Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa," demikian ditulisnya pada headline news-nya di hari itu.
Hal ini juga sebagai propaganda pembenaran atas ketidaksetujuan Barat atas kemerdekaan negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia. Karena pada saat yg bersamaan, Januari 1946, Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI), tentara Inggris sebagai sekutu Belanda yg bertopeng melucuti persenjataan Jepang karena kalah pada Perang Dunia II, malah membonceng Netherlands Indies Civil Administration (NICA) untuk melakukan pembatalan atas kemerdekaan Indonesia dengan menguasai Jakarta sebagai ibukota.
4 Januari 1946, Presiden Soekarno menerima tawaran dari Khalifah Islam Ing Tanah Jawa, Wakil Kekhilafahan Utsmaniyyah di Jawa, Sultan Hamengku Buwono IX untuk memindahkan ibukota yg dikuasai Belanda dan tentara sekutunya, dari Jakarta ke Yogyakarta setelah sebelumnya, 2 Januari 1946, Sultan mengirimkan kurirnya ke Istana Kepresidenan.


Dari pemberitaan Majalah Time yg menakut-nakuti Eropa dengan tema Kebangkitan Islam dari negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, setelah 22 tahun sebelumnya, tahun 1924 Islam 'berhasil' ditaklukkan dengan runtuhnya Kekhilafahan Utsmaniyyah, serta perlaku tantara sekutu (Inggris) yg membonceng Belanda untuk membatalkan kemerdekaan dan mengambil alih kembali Indonesia kembali dalam kekuasaan penjajah Belanda, tergambar secara jelas dan gamblang bahwa dunia Barat TIDAK PERNAH MAU MENGAKUI kemerdekaan Indonesia. Dan, dunia Barat menyimpan fobia yg begitu besar akan terjadinya kebangkitan Islam khususnya dari Indonesia.


Foto Najwa Azqia.Foto Najwa Azqia.


 Betapa tidak, Indonesia adalah negara pertama yg merdeka pasca Perang Dunia II. Indonesia tidak seperti banyak negara lainnya yg merdeka karena hadiah atau pemberian. Indonesia merdeka karena perjuangan. Walau sempat pada awalnya, Soekarno meyakini Jepang akan memberikan kemerdekaan itu jika kalah dalam Perang Dunia II. Namun, atas desakan para PEMUDA, tanpa harus menunggu pemberian, Indonesia memilih untuk menyatakan kemerdekaannya atas berkat rahmat Tuhan, Allah Yang Maha Rahman.
Sementara Barat tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia, di saat Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa lain (de jure) setelah gaung kemerdekaan membahana ke seluruh dunia (de facto), dunia Arab justru sebaliknya. Dunia Arab bukan saja mengakui kemerdekaan Indonesia, melainkan juga mendukung, turut memperjuangman dan berkorban dengan harta dan jiwanya untuk kemerdekaan Indonesia. Negara yg di dalamnya ada wilayah yg sebelumnya menjadi bagian dari Khilafah. Sebuah sistem hebat peradaban dunia selama lebih dari 14 abad lamanya.
Dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari PALESTINA dan MESIR, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yg ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc.
M. Zein Hassan Lc., sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada halaman 40, menjelaskan tentang peran-serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap atau di dunia Barat bahkan tidak mau bersikap.
Dukungan Palestina ini diwakili oleh Imam Masjid Al Aqsha yg juga adalah Mufti Besar Palestina, Syaikh Muhammad Amin Al Husaini secara terbuka mengakui kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 6 September 1945, Radio Berlin di Jerman berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ Mufti Besar Palestina Amin Al Husaini kepada Alam Islami (persatuan negara-negara berpenduduk Muslim), bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, disebar-luaskan oleh M Zein Hassan, bahkan harian “Al Ahram” di jazirah Arab, media besar yg terkenal telitinya juga menyiarkannya.
Di Mesir, sejak diketahui sebuah negeri Muslim bernama Indonesia memplokamasikan kemerdekaannya, Al Ikhwan Al Muslimun (IM), organisasi Islam yg dipimpin Syaikh Hasan Al Banna, tanpa kenal lelah terus menerus memperlihatkan dukungannya. Selain menggalang opini umum lewat pemberitaan media yg memberikan kesempatan luas kepada para mahasiswa Indonesia untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran lokal miliknya, berbagai acara tabligh akbar dan demonstrasi pun digelar.
Para pemuda dan pelajar Mesir, juga kepanduan Ikhwan, dengan caranya sendiri berkali-kali berdemonstrasi di depan Kedutaan Belanda di Kairo. Tidak hanya dengan slogan dan spanduk, aksi pembakaran, pelemparan batu, dan teriakan-teriakan permusuhan terhadap Belanda kerap mereka lakukan. Kondisi ini membuat Kedutaan Belanda di Kairo kewalahan. Mereka dengan tergesa mencopot lambang negaranya dari dinding Kedutaan. Mereka juga menurunkan bendera merah-putih-biru yg biasa berkibar di puncak gedung, agar tidak mudah dikenali pada demonstran.
Tidak cukup juga dengan itu, rakyat Mesir melakukan penghadangan kapal-kapal Belanda yg melintas di Terusan Suez. Sehingga, beragam pasokan barang dan dagangan Belanda terganggu secara signifikan.
Kuatnya dukungan rakyat Mesir di bawah koordinasi Al Ikhwan Al Muslimun (IM) atas kemerdekaan Indonesia membuat pemerintah Mesir mengakui kedaulatan pemerintah RI atas Indonesia pada 22 Maret 1946. 10 Juni 1947, pengakuan Mesir atas kemerdekaan Indonesia kemudian ditandatangani yg disaksikan oleh KH. Agus Salim dan AR Baswedan. Dengan begitu Mesir tercatat sebagai negara yg mengakui proklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah itu menyusul Syria, Irak, Libanon, Yaman, Afghanistan dan terakhir Kerajaan Arab Saudi setelah Sidang Dewan Liga Arab.
Pada tanggal 18 November 1946, Sidang Dewan Liga Arab tanggal 18 November 1946 memutuskan kepada semua negara anggota Liga Arab supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yg berdaulat. Alasan Liga Arab memberikan dukungan kepada Indonesia merdeka didasarkan pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan.
Kenapa Kerajaan Arab Saudi menjadi negara terakhir dari sekian banyak negara-negara Arab yg mengakui kemerdekaan Indonesia? Perlu diketahui bahwa Arab Saudi baru berdiri pada tahun 1933, selisih 12 tahun sebelumnya saja. Kondisi kerajaannya belum stabil, apalagi berdirinya kerajaan tersebut adalah hadiah dari Inggris, sekutu Belanda di Indonesia. Ada hal berbau politis yg menjadi pertimbangan Raja Abdulaziz ibn Saud, raja Kerajaan Arab Saudi saat itu.
Mari perhatikan seksama bagaimana perbedaan sikap dan perlakuan antara dunia Barat dan Islam (yg diwakili dunia Arab). Sekali lagi, faktanya adalah Barat tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia. Mereka justru mendukung penjajahan kembali Indonesia oleh Belanda. Sebaliknya, Islam melalui dunia Arab, justru mengakui dan memberikan dukungan sepenuhnya.
Hari ini, kita bisa menghirup udara kemerdekaan dan mendapatkan legalitas kemerdekaan berawal dari pengakuan negara-negara Islam. Negara dan masyarakatnya yg berkopiah, berjubah dan berserban.
Lalu, dengan jasa seperti ini, oknum di antara kita kemudian ingin mendiskreditkan, mengebiri, dan memisahkan Islam dari negara?
Lalu, dengan jasa Palestina yg seperti ini, oknum di antara saudara kita kemudian mencela perjuangan pejuang Palestina? Yg dengan sekuat tenaga, pikiran, harta dan jiwa mereka lakukan?
Lalu, dengan jasa Al Ikhwan Al Muslimun yg seperti ini, oknum di antara saudara kita kemudian menuduh, memfitnah, melabel sebagai biang organisasi teroris dunia?
Lalu, dengan jasa orang-orang yg Qadarullah berketurunan Arab, menjalankan Islam dengan taat dalam tataran personal dan juga sosial, dalam berkeluarga dan juga bernegara, negara Indonesia diakui kemerdekaannya seperti ini, oknum di antara kita mengenyampingkannya dan atau malah menghinanya?
Nasionalisme yg berkopiah, berjubah dan berserban terbukti tidak kalah dengan yg bertopi kebarat-baratan. Bahkan, faktanya adalah menjadi yg terdepan.
Negara kita, diperjuangkan dengan pekik takbir, Allahu Akbar! Diproklamasikan juga dengan pekik takbir, Allahu Akbar! Diperjuangkan di tataran internasional juga dengan pekik takbir, Allahu Akbar!
Sudah saatnyalah, kita isi, kita pertahankan kemerdekaan negara kita juga dengan semangat ke-Islam-an yg tercermin dalam keshalihan, keadilan, keberprestasian, dan pekik takbir, Allahu Akbar!
Dirgahayu Indonesia! Merdeka!

***

Sabtu, 12 Agustus 2017

R E I K I

Hasil gambar untuk reiki
Reiki sesungguhnya adalah suatu harmonisasi dan konsep penyatuan dengan Alam Semesta. Menguasai Reiki sama halnya Anda telah menguasai hakekat kehidupan di alam semesta ini.
Reiki mengajarkan manusia untuk selalu berperilaku bijaksana dalam kehidupan. Seorang yang telah memiliki energi Reiki dan menguasainya akan memiliki tingkat “kewaskitaan” yang tinggi. Reiki memiliki setidaknya 3 dimensi utama fisik (kesehatan, kekayaan dan kesuksesan), emosi(ketanangan batin, relaksasi, mudah memaafkan, tidak mudah marah dan lain sebagainya) dan juga spiritual(kewaskitaan).
Tidak dapat dipungkiri sekarang ini, penyebaran Reiki ke seluruh plosok dunia sangat cepat. Semua aspek-aspek yang berkaitan dengan reiki membuat masyarakat sangat tertarik untuk mempelajarniya. Aspek merupakan alasan bagi masyarakat untuk tertarik untuk mempelajari Reiki. Berikut adalah Aspek-Aspek tersebut :
1. Rei ki Mudah Untuk Dipelajari
Untuk Mempelajari Reiki Anda tidak perlu memahami anatomi manusia dan ilmu pengetahuan yang rumit. Reiki merupakan energi yang Cerdas, Anda hanya perlu belajar tentang bagaimana cara menyalurkannya. Dan hal tersebut bukan hal yang sulit. Anda bisa menguasai cara menyalurkan energi Reiki hanya dalam beberapa jam saja.
2. Rei ki Mudah Digunakan
Ya. dalam menggunakan Energi Reiki Anda tidak perlu melakukan ritual yang Aneh dan juga Anda tidak dituntun untuk menggunakan kefokusan yang berlebihan karena dalam menggunakan Rei ki Anda hanya butuh sikap yang santai dan pasrah. Energi Reiki adalah energi yang cerdas, energi tersebut akan mengalir secara otomatis ke seluruh bagian tubuh.
Proses penarikan, penyaluran, pembersihan dan penyembuhan semuanya ditangani oleh energi Reiki tanpa perlu Anda Atur. Jika Anda mempunyai niat untuk menyalurkan energi energi Rei Ki tersebut, energi Rei ki akan langsung mengalir dari kedua telapak tangan Anda. Anda cukup menaruh telapak tangan Anda di berbagai bagian tubuh anda atau pasien untuk menyalurkan energi ini.
3. Rei ki Efektif Untuk Mengatasi Berbagai Masalah
Pada Umumnya Reiki lebih sering digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit pada tubuh fisik. Bahkan banyak ditemui orang yang memiliki penyakit yang dianggap tidak bisa disembuhkan seperti kanker, HIV/AIDS, Parkinson bisa sembuh dengan Energi Reiki.
Namun, Selain untuk mengatasi masalah penyakit fisik, Reiki juga sangat efektif dalam mengatasi berbagai masalah emosi dan mental. Seseorang yang sering stres, akan menjadi lebih rileks dan santai setelah dia menjadi praktisi Reiki. Hal tersebut sungguh sangat bermanfaat, khususnya bagi para eksekutif yang memang tidak bisa lepas dari kesibukan yang rawan stres.
Perlu Anda ketahui, sehebat apapun orang yang menguasai Reiki dia adalah seorang perantara untuk menarik energi ilahi di alam semesta dan menyalurkannya ke dirinya sendiri atau orang lain. Sehingga, sehebat apapun Master reiki tersebut, Kesembuhan tetap di tangan Tuhan Yang Maha Esa dan bukanlah kekuasaan dari praktisi.
4. Rei ki Mampu Membantu Meningkatkan Spiritualitas
Pada dasarnya Energi Reiki adalah Energi Ilahiah yang tersebar di Alam Semesta ini. Secara Spiritual, energi yang berasal dari cakra mahkota tidak dapat dimanipulasi oleh energi negatif apapun.
Energi Reiki masuk melalui Cakra Mahkota yang merupakan pintu masuk energi spiritualitas manusia. Biasanya untuk mengaktifkan Cakra Mahkota perlu waktu yang cukup lama, tetapi dengan attunement reiki Cakra Mahkota tersebut dapat langsung diaktifkan secara instan.
Energi Reiki membuat Cakra Mahkota lebih bersih, lebih besar dan lebih seimbang. Dengan Reiki Anda dapat berkomunikasi dengan energi ilahi agar dapat Anda gunakan untuk berbagai tujuan. Bayangkan betapa luar biasanya Reiki ini, anda langsung bisa menggunakan energi tersebut untuk berbagai kebutuhan Anda. Bandingkan dengan teknik lain yang tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan kemampuan untuk mengakses dan menggunakan energi ilahiah sesuai kebutuhan Anda.
5. Reiki Merupakan Energi Positif yang dapat Melindungi Praktisi dari Energi Negatif
Reiki merupakan perisai energi yang melindungi diri dari energi negatif. Energi Reiki akan mengikis energi negatif yang ada disekitar tubuh seorang praktisi reiki. Sifat Energi Reiki yang halus dan memiliki vibrasi energi positif yang tinggi, mampu mengkontaminasi energi negatif disekitar tubuh praktisi, kemudian dengan vibrasi energi positif yang tinggi mampu mengikis energi negatif tersebut dan merubahnya menjadi energi positif yang bermanfaat untuk diri praktisi.
Sehingga dengan menguasai Reiki, seorang praktisi reiki mampu membantu mengurangi resiko ancaman dan akibat yang ditimbulkan dari energi-energi negatif yang ada di Alam Semesta.
6. Energi Reiki Bermanfaat Sebagai Sarana Perlindungan bagi Orang di Sekitar Anda dan Materialisasi
Seperti yang Telah dijelaskan di atas bahwa Energi Reiki merupakan Energi Positif Yang Mampu Mengikis atau Menangkal berbagai Energi Negatif yang hendak menyerang praktisi reiki. Hal tersebut juga bisa berlaku pada keluarga, teman anda atau orang-orang disekitar Praktisi Reiki. Pancaran Vibrasi Energi Positif dari Seorang Praktisi Reiki mampu memanipulasi energi disekitarnya menjadi lebih positif. Sehingga Orang-orang disekitar praktisi reiki tersebut akan dipenuhi dengan energi positif dan melindunginya dari Energi Negatif.
Selain itu, Jika Anda memiliki cita-cita, harapan, atau impian yang ingin Anda wujudkan (materialisasikan), Rei Ki Juga mampu menjadi sarana yang efektif untuk mewujudkan cita-cita Anda tersebut.
7. Rei Ki merupakan Energi Yang Universal Sehingga Tidak Bertentangan Dengan Agama/Keyakinan Apapun.
Rei Ki lahir dari keuniversalan Alam. Rei Ki merupakan energi Ilahiah dan Alamiah. Untuk mengakses energi Rei ki tidak perlu adanya doa atau mantera khusus dari salah satu keyakinan. Anda hanya cukup membaca doa sesuai dengan keyakinan Anda.
Rei Ki adalah Energi Ilahiah dan Alamiah yang merupakan energi positif murni. Sehingga untuk mempelajari Rei Ki, Anda tidak perlu khawatir ada efek samping negatif apapun. Lagi pula, dengan menggunakan metode sesuai kepercayaan Anda sendiri, Anda dapat dengan mantap mempergunakan Rei Ki untuk Kebaikan Sendiri.
“Sekarang, Anda Sudah mengerti tentang Manfaat dan Kelebihan Rei Ki. Lalu Apakah Semua Orang Bisa Menguasai Rei Ki ?” – Tentu Saja Semua Orang Bisa. Seperti yang sudah Anda ketahui Energi Rei Ki merupakan Energi Universal yang bisa diakses oleh siapa saja. TIdak perlu kemampuan atau bakat khusus untuk menguasai Rei Ki . Yang Anda butuhkan adalah Kemauan untuk belajar.

Jumat, 11 Agustus 2017

SAHABAT 'ABDURRAHMAN BIN AUF رضي الله عنه


Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.
Suatu ketika Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata, Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf رضي الله عنه pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.
Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.
Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat رضي الله عنه tadi dengan harga kurma bagus.
Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf.
Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه pun gembira.
Semua happy!
Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه gembira juga sebab...berharap jatuh miskin!
MasyaAllah..hebat.
Coba kalau kita?
Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah.
Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.
Namun.. Subhanallah..Rencana Allah itu memang terbaik..
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.
Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK !
Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.
Allahuakbar..Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:
"Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )
Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?
Miskin kaya sudah ada yang atur
ALLAH سبحانه و تعالى lah yang Memberi Rezeki.
Ibroh dari kisah ini sangat spesial buat kita, sebab ini membuat kita harus YAKIN bahwa rezeki itu totally dari Allah.
Bukan hanya karena usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak.
Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...
Semoga kisah ini dapat membangkitkan kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita...
Semoga bermanfaat..

Rabu, 26 Juli 2017

Khilafah Islamiyyah Versus The New World Order


Setiap muslim yang cukup rajin belajar agama, atau yang terlibat dengan pergerakan Islam, umumnya mengenal istilah Khilafah Islamiyyah. Khilafah Islamiyyah merupakan lembaga politik kenegaraan milik ummat Islam yang telah eksis belasan abad sejak Nabi Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ memimpinnya pertama kali berbasis di kota Madinah Al-Munawwarah hingga runtuhnya secara resmi khilafah terakhir berupa Kesultanan Utsmani Turki yang bubar pada tahun 1924 atau 1342 hijriyyah.
Dewasa ini dunia Islam terpecah-belah menjadi aneka nation-states (negara berdasarkan kebangsaan) tidak seperti Khilafah Islamiyyah yang menyatukan kaum muslimin dari berbagai bangsa dan wilayah berdasarkan ikatan aqidah kalimat Tauhid ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ dan sunnah Nabi Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ . Sebenarnya realitas ummat Islam selama belasan abad di bawah naungan Khilafah tidaklah sepenuhnya konstan dalam kebaikan. Ada gradasi yang -perlahan tapi pasti- memperlihatkan suatu dekadensi hingga senanglah kaum kuffar menyaksikan runtuhnya Khilafah dan tercerai-berainya kaum muslimin seperti dewasa ini. Hal ini telah diprediksikan oleh rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ lima belas abad yang lalu: ﻟَﻴُﻨْﻘَﻀَﻦَّ ﻋُﺮَﻯ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﻋُﺮْﻭَﺓً ﻋُﺮْﻭَﺓً ﻓَﻜُﻠَّﻤَﺎ ﺍﻧْﺘَﻘَﻀَﺖْﺍﻧْﺘَﻘَﻀَﺖْ ﻋُﺮْﻭَﺓٌ ﺗَﺸَﺒَّﺚَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﺗَﻠِﻴﻬَﺎ ﻭَﺃَﻭَّﻟُﻬُﻦَّ ﻧَﻘْﻀًﺎ ﺍﻟْﺤُﻜْﻢُ ﻭَﺁﺧِﺮُﻫُﻦَّ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓُ Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ bersabda: “Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul.
Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah simpul hukum dan yang paling akhir adalah simpul sholat.” (AHMAD – 21139)
Penegakkan hukum Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ telah mengalami dekadensi dari masa ke masa. Pada babak paling awal penegakkan hukum berlangsung prima karena baik person pemimpin maupun konstitusi Daulah Islamiyyah langsung di tangani oleh Rasulullah Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ , teladan utama orang-orang beriman. Kemudian pada babak berikutnya ummat Islam menyaksikan penegakkan hukum yang masih tetap baik –walau tentunya tidak se-prima di masa Nabi ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ – di bawah person pemimpin yang dijuluki al-Khulafa ar-Rasyidun dan konstitusi Khilafah Islamiyyah, terdiri dari para sahabat utama Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum.
Lalu pada babak selanjutnya penegakkan hukum mulai mengalami masalah karena antara person pemimpin dan konstitusi Khilafah Islamiyyah tidak selalu sinkron. Person pemimpin terdiri dari para khalifah yang dijuluki Nabi Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ sebagai para
Mulkan ‘Aadhdhon (para penguasa yang menggigit). Namun konstitusi Khilafah Islamiyyah masih baik karena secara formal tetap berlandaskan Islam di mana berbagai urusan dirujuk kepada Allah (Al-Qur’an) dan RasulNya (As-Sunnah). Dalam sejarah dikenal sebagai era berbagai kerajaan Islam, terutama tiga di antaranya yang sangat menonjol yaitu Dinasti Bani Ummayyah, Dinasti Bani Abbasiyyah dan Kesultanan Turki Utsmani. Pada masa yang berlangsung hampir 13 abad itu person pemimpinnya bermasalah, namun konstitusi Khilafah Islamiyyah masih relatif cukup Islami.
Namun sesudah itu masuklah ummat Islam ke dalam babak yang paling kelam dalam sejarahnya di mana baik person pemimpin maupun konstitusi lembaga kenegaraan sungguh bermasalah. Inilah era yang oleh Nabi Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ disebut era kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak). Dan inilah era di mana dunia modern ini berada. Dunia Islam tercabik-cabik ke dalam berbagai nation-states. Tidak ada satu wilayah tunggal ummat Islam yang memberlakukan hukum Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ . Tidak ada satu blok tunggal kekuatan ummat Islam yang memelihara izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Sedangkan kepemimpin dunia justeru berpindah gilirannya ke tangan kaum kuffar yakni the western civilization, dengan kekuatan kaum yahudi-nasrani sebagai komandannya. Oleh karenanya seringkali disebut juga sebagai the judeo-christian civilization.
Pada babak yang kelam ini dunia berjalan menuju kegelapan karena komandannya tidak memiliki cahaya penerang apapun untuk menunjuki jalan manusia ke arah tujuan semestinya. Malah para pemimpinnya justeru mengajak ummat manusia –termasuk ummat Islam- memasuki lubang biawak kebinasaan di dunia apalagi di akhirat. Persis sebagaimana diprediksikan oleh Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ : ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺘَﺘَّﺒِﻌُﻦَّ ﺳَﻨَﻦَ ﻣَﻦْ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ ﺷِﺒْﺮًﺍ ﺑِﺸِﺒْﺮٍ ﻭَﺫِﺭَﺍﻋًﺎ ﺑِﺬِﺭَﺍﻉٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﻮْ ﺳَﻠَﻜُﻮﺍ ﺟُﺤْﺮَ ﺿَﺐٍّ ﻟَﺴَﻠَﻜْﺘُﻤُﻮﻩُﻟَﺴَﻠَﻜْﺘُﻤُﻮﻩُ ﻗُﻠْﻨَﺎ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﻤَﻦْ “Kamu akan mengikuti perilaku/tradisi/sistem hidup orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya.” Para sahabat lantas bertanya, “Apakah yang anda maksud orang-orang Yahudi dan Nasrani, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR Bukhary 3197)
Tetapi ada suatu pertanyaan mendasar yang perlu diajukan. Mengapa ummat Islam
mengikuti perilaku/tradisi/sistem hidup kaum yahudi dan nasrani? Sesungguhnya dekadensi di bidang penegakkan hukum Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ bukanlah suatu fenomena yang berdiri sendiri. Ia tidak hanya berkenaan dengan hadir-tidaknya person pemimpin yang bermasalah serta berlaku tidaknya konstitusi Khilafah Islamiyyah di dalam tubuh kaum muslimin. Tetapi ia sangat dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan dan mental kaum muslimin secara keseluruhannya yang telah dijangkiti suatu penyakit kronis yang telah disinyalir oleh Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ . Penyakit itu bernama al-wahan. Artinya cinta dunia dan takut menghadapi kematian. Dan penyakit ini bukan hanya muncul di tengah kaum muslimin sesudah runtuhnya secara resmi Khilafah Islamiyyah pada tahun 1924. Tetapi bibit-bibit penyakit ini telah hadir sejak lama sebelum hal itu terjadi. Runtuhnya khilafah hanyalah merupakan faktor pemicu yang menyebabkan kian ganasnya virus penyakit al-wahan berkembang di dalam tubuh kaum muslimin seperti yang dapat kita saksikan dewasa ini. ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻮﺷِﻚُ ﺍﻟْﺄُﻣَﻢُ ﺃَﻥْ ﺗَﺪَﺍﻋَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺪَﺍﻋَﻰ ﺍﻟْﺄَﻛَﻠَﺔُ ﺇِﻟَﻰ ﻗَﺼْﻌَﺘِﻬَﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻗَﺎﺋِﻞٌ ﻭَﻣِﻦْ ﻗِﻠَّﺔٍ ﻧَﺤْﻦُ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻗَﺎﻝَ ﺑَﻞْ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻛَﺜِﻴﺮٌ ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻜُﻢْ ﻏُﺜَﺎﺀٌ ﻛَﻐُﺜَﺎﺀِ ﺍﻟﺴَّﻴْﻞِ ﻭَﻟَﻴَﻨْﺰَﻋَﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣِﻦْ ﺻُﺪُﻭﺭِ ﻋَﺪُﻭِّﻛُﻢْ ﺍﻟْﻤَﻬَﺎﺑَﺔَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﻟَﻴَﻘْﺬِﻓَﻦَّﻭَﻟَﻴَﻘْﺬِﻓَﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْ ﺍﻟْﻮَﻫْﻦَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻗَﺎﺋِﻞٌ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟْﻮَﻫْﻦُ ﻗَﺎﻝَ ﺣُﺐُّ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻛَﺮَﺍﻫِﻴَﺔُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ Bersabda Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan .” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)
Fihak kaum kuffar pada hakekatnya tidak akan pernah sanggup melakukan apapun terhadap ‘izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin) andaikan ummat ini benar-benar beriman dan yakin akan janji Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ berupa ihdal-husnayain (meraih salah satu dari dua kebaikan) yakni ‘isy kariiman au mut syahiidan (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah atau menggapai mati syahid). ﻗُﻞْ ﻟَﻦْ ﻳُﺼِﻴﺒَﻨَﺎ ﺇِﻻ ﻣَﺎ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻨَﺎ ﻫُﻮَ ﻣَﻮْﻻﻧَﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠْﻴَﺘَﻮَﻛَّﻞِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﺗَﺮَﺑَّﺼُﻮﻥَ ﺑِﻨَﺎ ﺇِﻻ ﺇِﺣْﺪَﻯ ﺍﻟْﺤُﺴْﻨَﻴَﻴْﻦِﺍﻟْﺤُﺴْﻨَﻴَﻴْﻦِ Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” Katakanlah: “tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali
ihdal-husnayain (salah satu dari dua kebaikan).” (QS At-Taubah 51-52)
Dalam kitab tafsir Fathul Qadir dikatakan bahwa makna salah satu dari dua kebaikan ialah:
ﺇﻣﺎ ﺍﻟﻨﺼﺮﺓ ﺃﻭ ﺍﻟﺸﻬﺎﺩﺓ
“Atau kemenangan atau mati syahid”.
Sepanjang sejarah Islam fihak musuh senantiasa berusaha menghilangkan gairah kaum
muslimin untuk meraih salah satu dari dua kebaikan di atas. Mereka melakukan segala upaya untuk memadamkan semangat perjuangan kaum muslimin. Bayangkan, mereka sampai perlu melansir perang Salib selama dua abad (dua ratus tahun)! Namun ummat Islam semakin diperangi semakin menjadi-jadi semangat berperangnya (baca: hubbul-jihad wa asy-syahadah/ cinta jihad dan mati syahid). Kalimat legendaris yang diucapkan Panglima Khalid bin Walid ra ketika memimpin pasukan Islam yang jauh lebih sedikit jumlahnya daripada pasukan Romawi telah menginspirasi pasukan Islam sepanjang zaman:
ﺟﺌﺖ ﺑﺄﻧﺎﺱ ﻳﺤﺒﻮﻥ
ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻛﻤﺎ ﺗﺤﺒﻮﻥ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ
“Aku datang dengan sejumlah manusia yang mencintai kematian melebihi kalian (hai kaum Romawi) dalam mencintai kehidupan…!”
Akhirnya kaum yahudi-nasrani merubah strategi mereka menghadapi kaum muslimin. Mulailah era al-ghazwu al-fikri (perang ideologis) diterapkan menghadapi kaum muslimin. Mulailah mereka meracuni hati dan fikiran kaum muslimin melalui harta, wanita dan perebutan tahta antara sesama muslimin. Mulailah politik belah bambu alias
devide et empera diterapkan. Mulailah berbagai ideologi asing buatan kaum kuffar diperkenalkan dan dipromosikan oleh para orientalis yang belajar Islam untuk dijadikan pembungkus kebusukan berbagai ideologi menyesatkan tersebut. Mulailah mereka memperkenalkan makna-makna baru lagi sesat terhadap berbagai istilah Islam yang sudah lama disepakati pemahamannya oleh kaum muslimin sejak dahulu kala. Akhirnya tersebarlah di tengah ummat Islam makna-makna asing lagi menyesatkan terhadap kata-kata seperti al-jihad fi sabilillah, rahmatan lil ‘aalamiin, dien, ‘ibadah, rabb dan ilah.
Alhasil dekadensi di dalam tubuh ummat Islam tidak hanya terjadi pada bab penegakkan hukum semata. Tetapi dekadensi di berbagai bidang lainnya turut menyempurnakan keruntuhan ‘izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Sehingga kaum kuffarpun akhirnya menikmati buah ketidak-loyalan kaum muslimin terhadap agama Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ dan sunnah Nabi Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ . Maka mulailah babak paling kelam dalam sejarah Islam berlangsung.
Di babak ini kaum yahudi dan kaum nasrani (yang telah ter-yahudi-kan) sangat ingin
memastikan bahwa ummat manusia –apalagi ummat Islam- tidak pernah lagi boleh menengok ke belakang. Ummat Islam harus
diharamkan berfikir menghidupkan kembali ide Khilafah Islamiyyah. Sebab ia telah menjadi sejarah dan harus tetap tersimpan dalam lembaran sejarah semata. Sementara itu kaum kuffar selanjutnya leluasa mempersiapkan dunia dengan sebuah grand-design yang sudah lama mereka rencanakan berupa ide pembentukan sebuah sistem global tunggal bernama Novus Ordo Seclorum alias the New World Order (tatanan dunia baru). Bahkan secara lebih spesifik namun tersamar kaum yahudi telah mencanangkan bahwa NOS sesungguhnya dibangun dalam rangka menyambut kehadiran sang pemimpin yang mereka nanti-nantikan sejak lama yaitu si mata tunggal alias Ad-Dajjal. Oleh karenanya kita temukan beberapa statement dari para pemimpin mereka seperti misalnya:
Henry Kissinger : “…apa yang dinamakan terorisme di Amerika, tapi sebenarnya adalah kebangkitan Islam radikal terhadap dunia secular, dan terhadap dunia yang demokratis, atas nama pendirian kembali semacam Kekhalifahan.”
Pada tanggal 5 Oktober 2005, Menteri Dalam Negeri Inggris, Charles Clarke menyampaikan pidato tentang Perang Melawan Terorisme di The Heritage Foundation (sebuah pusat kajian neo konservatif di Washington DC ). Dimana dia menyatakan:
“Apa yang mendorong orang-orang itu adalah ide-ide. Dan berbeda dengan gerakan kebebasan di era pasca Perang Dunia II di banyak belahan dunia, ide-ide itu bukanlah untuk menggapai ide-ide politik seperti kemerdekaan nasional dari penjajahan, atau persamaan bagi semua penduduk tanpa membedakan suku dan keyakinan, atau kebebasan berekspresi tanpa tekanan totaliter. Ambisi-ambisi itu adalah, paling tidak secara prinsip, bisa dirundingkan dan dalam banyak hal telah dimusyawarahkan. Namun, tidak ada perundingan bagi pendirian kembali Khilafah ; tidak ada perundingan bagi penerapan Hukum Syariah; dan tidak ada perundingan tentang penindasan atas persamaan antara laki-laki dan perempuan; tidak ada perundingan untuk mengakhiri kebebasan berbicara. Nilai-nilai itu adalah sangat fundamental bagi peradaban kami dan tidak dimungkinkan adanya perundingan.”
Dalam pidatonya di awal bulan November 2005 George Bush Jr menyatakan bahwa kaum militant sedang berusaha untuk mendirikan sebuah “kekaisaran Islam radikal”:
“Ide membunuh dari kaum Islam radikal adalah tantangan yang besar di abad baru kita. Sama seperti ideology komunisme, musuh kita yang baru ini mengajarkan bahwa individu yang tidak berdosa bisa dikorbankan untuk bisa menjalankan visi politik. Kaum militan percaya bahwa mereka dapat menyatukan kaum muslimin dengan cara menguasai Negara, sehingga dengan cara itu mereka menumbangkan semua pemerintahan moderat di wilayah dan mendirikan sebuah
kekaisaran Islam yang membentang dari Spanyol hingga Indonesia.”
Sedangkan berkenaan dengan NOS, kita temukan suatu pernyataan dari Bush Senior di tahun 1991 yang ternyata dibuktikan sebaliknya pada dekade berikutnya. Pernyataannya di antaranya sebagai berikut:
“Until now, the world we’ve known has been a world divided – a world of barbed wire and concrete block, conflict and cold war.
Now, we can see a new world coming into view. A world in which there is the very real prospect of a new world order. In the words of Winston Churchill, a “world order” in which “the principles of justice and fair play … protect the weak against the strong …” A world where the United Nations, freed from cold war stalemate, is poised to fulfil the historic vision of its founders. A world in which freedom and respect for human rights find a home among all nations.
The Gulf war put this new world to its first test, and, my fellow Americans, we passed that test.”
Jelaslah bahwa para pendukung the New World Order memiliki agenda yang sangat berbeda –bertentangan lebih tepatnya- dengan kaum muslimin yang faham dan bangga akan sejarahnya. Tidak ada muslim-mukmin yang bisa melupakan masa lalunya. Sebab kendati
Khilafah Islamiyyah sudah tiada, namun karena ia telah berlangsung belasan abad sulit untuk begitu saja dilupakan. Sedangkan hegemoni Novus Ordo Seclorum alias Sistem Dajjal belum ada seabad. Dan para pengusung sistem batil ini masih berjuang keras memastikan dan memuluskan eksistensinya. Mereka sangat khawatir jika sebelum pemimpin mereka datang, yakni Ad-Dajjal, ummat Islam keburu bangun kembali dari tidur mereka dan bergerak bangkit mewujudkan kembali Khilafah Islamiyyah yang diyakini berlandaskan Kitabullah Al-Qur’anul Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah.
Bagi muslim-mukmin yang sadar, maka urusan tegaknya kembali Khilafah Islamiyyah bukanlah sekedar mengenang kembali nostalgia masa lalu. Urusan ini berkaitan erat dengan iman dan keyakinan akan janji Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ yang tidak pernah berdusta serta prediksi Nabi Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ mengenai skenario Akhir Zaman yang tidak pernah meleset. Betapapun tampak digdayanya kekuatan kaum kuffar barat, kaum yahudi-nasrani serta para antek kaki-tangan mereka dari sebagian kaum musyrikin dan munafikin yang telah berhasil mereka rekrut dengan kebijakan stick and carrot.
Urusan siapa yang Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ izinkan memimpin dunia adalah urusan giliran. Ada kalanya Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ percayakan kepada kaum beriman dan ada kalanya dipercayakan kepada kaum kuffar. Dewasa ini giliran sedang Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ serahkan kepada kaum kuffar. Ummat Islam wajib bersabar dan melipat-gandakan kesabaran. Kesabaran untuk terus menyempurnakan persiapan diri, keluarga dan ummat di berbagai bidang, sejak dari bina al-iman wa at-tauhid hingga
bina ad-da’wah wa al-jihad. Kesabaran untuk tidak mudah tergoda oleh rayuan pengusung NOS yang membujuk ummat Islam untuk memandang baik berkompromi dan kerja-sama dengan NOS guna memelihara nilai-nilai Sistem Dajjal. Kesabaran untuk tidak terjerembab ke dalam berbagai fitnah zaman yang telah meliputi segenap aspek kehidupan manusia. Fitnah yang telah meliputi aspek ideologi, politik, sosial, budaya, ekonomi, militer, pendidikan, hukum, kesehatan, informasi dan lain-lainnya.
Babak ini boleh jadi merupakan babak di mana ummat Islam sedang babak belur, tetapi ia bukan alasan untuk membiarkan diri mengembangkan defeated mentality (mental pecundang) sehingga kemenangan kaum kuffar sedemikian menyilaukan sehingga seorang muslim menggunakan kaedah if you can’t beat them, then you join them (jika kamu tidak dapat mengalahkan mereka, maka bergabung sajalah dengan mereka). Sehingga kita mendengar mereka yang sedemikian rupa tersilaukan melihat kedigdayaan kaum kuffar tega secara terang-terangan mengungkapkan hilangnya kepercayaan diri terhadap perlunya institusi Khilafah Islamiyyah. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji”uun. Padahal Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ dengan jelas menyatakan bahwa sesudah babak yang penuh fitnah ini, niscaya Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ akan izinkan tegaknya kembali Khilafah Islamiyyah berdasarkan manhaj Kenabian. ﺗَﻜُﻮﻥُ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓُ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺎﺀَ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﺧِﻠَﺎﻓَﺔٌ ﻋَﻠَﻰ ﻣِﻨْﻬَﺎﺝِ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﻓَﺘَﻜُﻮﻥُ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﻣُﻠْﻜًﺎ ﻋَﺎﺿًّﺎ ﻓَﻴَﻜُﻮﻥُ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺎﺀَ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﻣُﻠْﻜًﺎ ﺟَﺒْﺮِﻳَّﺔً ﻓَﺘَﻜُﻮﻥُ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺎﺀَ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﺧِﻠَﺎﻓَﺔً ﻋَﻠَﻰ ﻣِﻨْﻬَﺎﺝِ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﺛُﻢَّ ﺳَﻜَﺖَ ”Akan berlangsung nubuwwah (kenabian) di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian berlangsung khilafah menurut manhaj kenabian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung
para Mulkan ‘Aadhdhon (para penguasa yang menggigit) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung
kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian akan berelangsung kembali khilafah menurut manhaj kenabian . Kemudian beliau berhenti”. (AHMAD – 17680)
Boleh jadi Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ tidak izinkan kita mengalami hidup di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. Yang paling penting ialah memastikan diri dan keluarga kita menjadi bagian dari ummat islam yang dipercaya Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ untuk turut serta mempersiapkan dan memperjuangkannya di atas jalan yang lurus dan benar. Bukan malah menjadi bagian dari mereka yang justeru turut melestarikan dan memandang final The New World Order yang sejatinya merupakan Sistem Dajjal dalam rangka menyambut kedatangan si puncak fitnah, yakni Ad-Dajjal. Wa na’udzu billaahi min dzaalika…!

Rabu, 19 Juli 2017

Membangun mental Pengusaha


(Seri 1)
👳 Alhamdulillah atas anugerah dari Allah SWT. Mempunyai mental yang tepat untuk suatu profesi itu adalah anugerah dari Allah, apakah mental yang positif itu datang begitu saja? belum tentu, kadang diperlukan pendidikan tersendiri, kadang diperlukan motifasi tersendiri untuk menghadirkan karakter positif dalam menjalani suatu profesi.
🙏 Mohon maaf kali ini terpaksa saya sebutkan kata-kata yang buat sebagian orang tidak pantas untuk disebutkan, tapi ini sangat penting untuk disampaikan, karena ini sangat penting, harapan saya hilangkan beberapa karakter negatif pada diri anda kalau anda ingin ternak anda berkah dan menunjang keberhasilan anda dalam beternak.
🖕 Kali ini saya hanya akan membahas salah satu karakter negatif yang paling merusak mental peternak yaitu “ *pelit alias bakhil* ”.
😰 Sebagian peternak itu pelit bahkan kadang-kadang kebanyakan peternak itu pelit, ingat dalam satu hadits dikatakan “orang yang pelit itu musuhnya Allah SWT.”, lalu bagaimana mungkin orang yang pelit bisa mendapatkan rahmat dari Allah? Ingat memberi makan kucing yang sama sekali tidak menguntungkan itu saja bisa mendatangkan pahala, lalu kenapa terhadap ternak yang menyumbang keuntungan buat kita kok kita tidak berkenan mengeluarkan dana untuk makanan yang lebih baik buat ternak yang kita pelihara. Kadang harga pakan yang mahal menjadi alasan, semahal-mahalnya pakan dipasaran tetap akan menguntungkan peternak dan yang perlu diingat disaat anda memberikan pakan yang bagus untuk ternak maka saat itu ternak anda sangat senang menyambut pakan tersebut, dan yang lebih penting bahwa biaya yang anda keluarkan akan kembali dengan jumlah yang lebih besar.
😊 Pakan ayam secara umum yang cukup bagus mengandung protein sekitar 20% harganya sekita Rp 6000,- sd Rp 7000,- bila diberikan buat ayam jenis apapun yang dalam masa perkembangan akan menghasilkan berat badan diatas 500 gram, sementara umumnya ayam kampung atau kalkun perkilonya seharga Rp 40,000- bahkan bisa lebih dari itu, dengan demikian biaya Rp 6,000,- atau anggap saja Rp 7,000,- untuk pakan itu akan menjadi sekitar tiga (3) kali lipat.
*Lalu untuk alasan apa perlunya menghemat pakan dalam usaha peternakan?*
*Masihkah anda berpikir untuk menghemat biaya untuk pakan?*
 Keinginan untuk menghemat pakan sebetulnya hanya akan menghambat perkembangan ternak yang anda pelihara, sehebat apapun langkah anda untuk memproduksi pakan tambahan hasilnya dijamin tidak begitu banyak, tapi kalau anda mau membeli pakan maka dijamin jumlah pakan yang bisa anda beli pasti sesuai dengan uang yang anda siapkan, kapanpun anda mau beli pakan yang sangat banyak bisa anda lakukan, tapi memaksakan menghasilkan pakan tambahan yang banyak akan menghadapi banyak kendala.
🏃 Beternak adalah berpacu untuk membesarkan ternak, semakin besar nafsu makan ternak maka semakin menguntungkan peternak itu, tapi anehnya ada peternak yang sedih kalau ternaknya banyak makan, ini penyakit lain yang sering ada pada peternak.
👎 Terlambat membesarkan ternak itu kerugian buat peternak karena akan berdampak pada perkembangan yang lambat alias kuntet, sedangakan pemberian pakan yang bagus akan menjadikan ternak lebih besar dibanding umumnya sehingga harganyapun bisa lebih mahal karena dianggap lebih bagus kualitasnya.
🚶‍♀ Seorang peternak yang mentalnya rendah mengelola tanah 100 meter persegi untuk ayam kampung atau ayam kalkun akan sulit untuk menghasilkan keuntungan Rp 500,000 dalam sebulan tapi buat peternak yang mentalnya super maka dia sanggup mencari keuntungan sampai dengan lima (5) kalih lipatnya yaitu Rp 2,500,000,- dalam sebulan, lalu apa yang membedakan keduanya? ingat yang satu pelit dan yang lainnya hatinya mulia alias rahim.
👌 Semoga semua peternak yang ada di grup ini hatinya mulia alias rahim baik untuk ternaknya ataupun untuk tetangganya ataupun untuk keluarganya!
Sekian dan untuk karakter lain nantikan pada bahasan lain.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jombang, 19 Juli 2017
ttd
*Faishal Ishaq*
Mau gabung di grup
*Petani & Peternak Organik*
Oleh *Naturaid Centre*
Faishal Ishaq
WA +6285330939999

Sabtu, 08 Juli 2017

REZIM DHOLIM

Naudzubillahi mindzaalik , ternyata program chinanisasi tidak hanya dilakukan di Jakarta dan pantai reklamasi. Ternyata sebagian perkebunan pribumi di Tasikmalaya sudah berpindah milik ke orang China. Juga di daerah Lippo Cikarang Bekasi 4000 hektare lebih sudah dibeli oleh pemerintah RRC, rencana akan dibangun apartemen semua, material dan tenaga bangunan (tentara merah) di datang kan dari negeri China. Perolehan nya issu akan ditempati warga China daratan yang akan di pindahkan ke Indonesia. Sungguh keterlaluan PDIP (plus PRD) waktu jaman Gusdur sejak awal telah mengusulkan perubahan undang2 agar warga keturunan China di perbolehkan memiliki tanah. Ternyata pembuatan pangkalan udara Internasional di Kabupaten Majalengka oleh Jokowi merupakan grand Design RRC untuk menguasai tanah sunda yang mayoritas beragama islam. DI tambah lagi Jokowi menegaskan untuk merubah undang2, agar warga China daratan diberikan hak membuat e-KTP dan diakui memiliki dua Kewarganegaraan. Ini sudah jelas banget bahwa arah pemerintahan Jokowi menuju chinanisasi, dengan dilakukan mega proyek kereta cepat, tol laut, jalan tol dan pelabuhan laut peti kemas dan internasional di Cikarang bergabung dengan pemindahan Sukarno hata ke Karawang. Semua ini untuk melancarkan pergerakan RRC dalam pemindahan penduduk. Seperti hal nya di Turkistan warga pribumi membuat pasport a/n pemerintah China. Nantinya bisa juga indonesia menggunakan uang yuan dan paspor RRC seperti Turkistan. Ini adalah perbuatan keji PDI pki. kita tertipu oleh rezim dzolim ini yang telah menipu rakyat dengan menjual negara kita kepada komunis Tiongkok China dengan berpura-pura investasi besar-besaran proyek besar-besaran di mana-mana semua adalah omong kosong ini adalah strategi supaya komunis utk berkuasa di Indonesia kembali dan kita semua adalah korban-korban rezim dholim ini maka oleh karena itu umat Islam di seluruh Indonesia kita bersatu kita ganti sistem demokrasi yang kufur ini

Minggu, 02 Juli 2017

VIDEO INTOLERANSI POLISI.

SEORANG PEMELUK KATHOLIK MEMPROTES VIDEO INTOLERANSI POLISI.
FRANSISKUS WIDODO ; “SAYA KATHOLIK, KAMI TIDAK INGIN DIBENTURKAN, KENAPA POLISI MALAH MENGADU DOMBA MASYARAKAT???"



Seperti sebelumnya, kali ini seorang umat nasrani Katholik bernama Fransiskus Widodo ikut bersuara melalui akunnya @bengkeldodo yang merasa jika video intoleransi yang dishare oleh akun milik kepolisian @divhumaspolri sangat tendensius.
Video yang menggambarkan pada sebuah adegan dimana salah satu keluarga korban yang berada di dalam ambulance yang sedang berdoa sambil memegang kalung salib mirip dengan kalung milik umat Katholik, rosario, di protes oleh Widodo.
Widodo menumpahkan kekesalannya kepada video yang dimenangkan dalam lomba pembuatan video yang diselenggarakan oleh Kepolisian RI. Kekesalannya ditulis secara bersambung dalam akun twitternya, @bengkeldodo.
1. Sebagai umat Katholik saya menolak tegas visualisasi pasien dalam ambulan mengunakan kalung salib, kami tak ingin dibenturkan
2. Justru dalam pengalaman hidup kami berdampingan denga saudara2 muslim dan kami saling tolong menolong.
3. Tidak pernah saya temui hal di dunia nyata seperti apa yang di tampilkan dlm video pendek itu.
4. Saya sebagai umat Katholik menolak sangat sangat tegas simbol2 keagamaan kami digunakan sebagai pemicu kontroversi.
5. Saya bertetangga dengan muslim, kami mengutamakan hati dalam bermasyarakat dalam kebersamaan.
6. Saya sebagai pemeluk agama Katholik saja merasakan bahwa video itu sangat menyudutkan saudara2ku umat muslim.
7. Sehingga saya menolak tegas, gambaran pasien dalam ambulan yg mengunakan kalung salib.
8. Saya rasakan lebih banyak efek negatif dari pada positif dari yg didapat dari video tersebut.
9. Saya harapkan tidak ada lagi hal” yg mengunakan atribut” keagamaan yang dapat memicu kontroversi.
10 . Teriring salam damai bagi saudaraku umat Islam, salam sejahtera bagi seluruh umat beragama apapun di Indonesia.
11. Mari terus jaga kerukunan yg telah kita bina, Indonesia besar karna perbedaan,bukan karna keseragaman.
12. Kami menjaga agar tidak saling menyakiti dalam sikap maupun ucapan… terima kasih.
Postingan milik Widodo ini di share dan apresiasi oleh akun twitter lainnya, bahkan tidak sedikit yang memuji sikap Widodo yang dianggap sudah ikut membela tentang video tersebut hanyalah sebuah langkah untuk membuat perpecahan.
(Jall)